Setelah menyelesaikan pendidikan menengah di SMU 7 Yogyakarta, Noe melanjutkan studi ke luar negeri.
Pada 1997, ia diterima di Universitas Alberta, Kanada, dan mengambil dua jurusan sekaligus, yakni matematika dan fisika.
Selama menempuh pendidikan di Kanada, Noe hidup mandiri dengan bekerja paruh waktu di tengah situasi krisis moneter.
Ketekunan itu membuahkan hasil. Pada 2003, ia lulus dengan gelar Bachelor of Science di bidang fisika dan matematika.
Kiprah Musik Bersama Letto
Sekembalinya ke Indonesia, Noe aktif berkegiatan di studio Kiai Kanjeng, yang diasuh oleh Novi Budianto, sahabat dekat Cak Nun.
Dari lingkungan inilah Noe mendalami teknik produksi musik, mulai dari penulisan lagu, mixing, hingga mastering.
Bersama Ari, Dedy, dan Patub, Noe kemudian membentuk band Letto. Album debut Truth, Cry and Lie yang dirilis pada 2005 sukses besar dan meraih double platinum.
Kesuksesan itu berlanjut melalui album kedua Don't Make Me Sad (2007), menjadikan Letto salah satu band papan atas Indonesia pada masanya.
Baca Juga: Link Full Video Amalia Mutya Viral Dicari Netizen di Telegram dan X, Apa Isinya? Ternyata Ini
Dunia Film dan Produksi Kreatif
Tak hanya di musik, Noe juga merambah industri film. Pada 2008, ia mendirikan Pic[k]Lock Productions bersama Dewi Umaya Rachman.
Film pertamanya Minggu Pagi di Victoria Park dirilis pada 2010, disusul RAYYA, Cahaya di Atas Cahaya yang naskahnya ditulis langsung oleh Cak Nun.
