“Ya dari pengerukan itu, enggak tau pengerukan apa, sampahnya jadi ke mana-mana,” ucapnya.
Di lokasi tersebut, aktivitas pengerukan dilakukan sejumlah orang. Hanya saja, terdapat larangan perekaman urukan.
Salah seorang pekerja, Ajat tidak mengetaui pemilik lahan dan tujuan pengerukan. Ia hanya menjalankan tugas merapihkan tanah urukan itu.
Sementara itu, sampah di perairan diduga terbawa hujan sejak awal pekan lalu, Senin, 12 Januari 2026.
“Kalau soal sampahnya kayaknya karena hujan kemarin, nah mungkin dia ambrul akhirnya kebawa (sampai ke perairan),” tuturnya.
