Pemerintah Pastikan Impor BBM RON 90-98 Tidak Terdampak Penutupan Selat Hormuz

Rabu 04 Mar 2026, 10:37 WIB
Ilustrasi. Pemerintah memastikan impor BBM Indonesia tidak terdampak ketegangan di Timur Tengah. (Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)

Ilustrasi. Pemerintah memastikan impor BBM Indonesia tidak terdampak ketegangan di Timur Tengah. (Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia memastikan, impor Bahan Bakar Minyak beroktan (RON) 90-98 tidak terdampak penutupan Selat Hormuz.

Bensin RON 90 hingga 98 diimpor Indonesia dari negara-negara luar Timur Tengah. Itu berarti, pasokan BBM komersil di Indonesia tetap aman di tengah ketegangan Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran.

"Untuk mengimpor jenis BBM seperti ini, dilakukan dari negara-negara di luar Timur Tengah, termasuk Asia Tenggara. Jadi ini relatif enggak ada masalah," kata Bahlil dalam kana YouTube KementerianESDM, Selasa, 3 Maret 2026.

Di satu sisi, pasokan Solar di Indonesia bukan merupakan barang impor. Impor Solar telah dihentikan bersamaan dengan beroperasinya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan pada Januari 2026.

Baca Juga: Ancaman Rudal Iran Meningkat, Cristiano Ronaldo Amankan Jet Pribadinya ke Madrid

Meski pasokan BBM komersil tergolong aman, Indonesia masih mengandalkan impor minyak mentah dari Timur Tengah yang berpotensi terganggu atas penutupan Selat Hormuz.

Bahlil menyampaikan, Selat Hormuz dilewati 20,1 juta barel minyak per hari. Sekitar 20-25 persen impor minyak mentah untuk Indonesia juga melewati jalur tersebut.

Sebagai langkah antisipasi, Indonesia berencana mengalihkan sebagian impor minyak dari wilayah Timur Tengah ke AS.

"Minyak yang diambil dari Timur Tengah, sebagian kami alihkan ke Amerika supaya ada kepastian ketersediaan minyak di Indonesia," ujarnya.

Baca Juga: Bendera Merah Iran Berkibar, Kapolri Perintahkan Densus 88 Perkuat Deteksi Dini

Menurutnya, waktu berakhirnya ketegangan antara AS-Israel dengan Iran tidak bisa diramal. Sementara itu, kebutuhan minyak terus berlangsung.


Berita Terkait


News Update