Purbaya Andalkan 3 Sektor Utama untuk Genjot Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia

Sabtu 17 Jan 2026, 10:10 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Wakil Menteri Keuangan Thomas A. M. Djiwandono memberikan keterangan pers APBN KiTa di Jakarta, Senin, 22 September 2025. (Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Wakil Menteri Keuangan Thomas A. M. Djiwandono memberikan keterangan pers APBN KiTa di Jakarta, Senin, 22 September 2025. (Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)

POSKOTA.CO.ID - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan mengandalkan 3 sektor penggerak untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, menjaga stabilitas nasional dan memastikan pemerataan manfaat pembangunan untuk seluruh masyarakat.

Mesin penggerak tersebut terdiri dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sektor keuangan, dan investasi.

Purbaya mengatakan mesin penggerak ini harus bekerja selaras supaya ekonomi Indonesia bisa bertumbuh sebesar 5,4 persen pada 2026.

“Mesin pertumbuhan harus bekerja selaras. Mesin fiskal, mesin sektor keuangan, dan investasi”, katanya dikutip dari keterangan resmi Sabtu, 17 Januari 2026.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Bongkar Modus Perusahaan Baja Asing Diduga Tak Bayar PPN, Potensi Rugikan Negara Triliunan

Di sektor fiskal, Purbaya mengklaim akan memaksimalkan penggunaan anggaran belanja negara dengan cara memastikan bahwa penyerapannya tepat waktu, sasaran, dan bebas dari kebocoran atau penyalahgunaan anggaran.

Kemudian di sektor keuangan, pemerintah akan memperkuat koordinasi dengan Bank Indonesia agar kebijakan moneter sejalan dengan kebijakan fiskal.

Selain itu dari sisi investasi, pemerintah memiliki rencana untuk melakukan deregulasi dan mengatasi hambatan yang dihadapi dunia usaha.

Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah membentuk Satgas Percepatan Program Strategis Pemerintah (P2SP) untuk melaksanakan debottlenecking.

Purbaya Targetkan Kondisi Ekonomi Indonesia Naik di 2026

Sebelumnya, Purbaya menargetkan kondisi ekonomi Indonesia menunjukkan perbaikan dalam tiga bulan pertama di 2026 sehingga pertumbuhan ekonomi dapat mencapai 6 persen.

“Saya pikir nanti kalau 3 sistem tersebut sudah berjalan dengan baik, kita bisa tumbuh lebih cepat” unkap Purbaya.

Purbaya mengaku bahwa tidak mudah untuk bisa mengejar target pertumbuhan ekonomi sebesas 6 persen. Maka dari itu, pemerintah menyusun beberapa strategi agar kebijakan fiskal bisa mendorong pertumbuhan hingga mencapai target.

Baca Juga: Diskon Tarif Listrik untuk Korban Bencana Sumatera Segera Berlaku? Ini Respons Menkeu Purbaya

Menkeu Purbaya menambahkan untuk mendukung Visi Indonesia Emas 2045, APBN 2026 diarahkan bersifat ekspansif namun tetap terukur, dengan fokus pada delapan agenda prioritas.

Belanja negara ditujukan untuk memberikan dampak langsung kepada masyarakat, memperkuat fondasi jangka panjang, serta meningkatkan produktivitas nasional.


Berita Terkait


News Update