Rupiah Hampir Rp17.000 per Dolar AS: Ini Strategi Menkeu Purbaya dan Diprediksi Bakal Menguat Dua Pekan Lagi

Jumat 16 Jan 2026, 15:53 WIB
Rupiah mendekati Rp17.000 per dolar AS. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap strategi menarik modal asing lewat penguatan ekonomi nasional.(Sumber: Dok/Kementrian Keuangan)

Rupiah mendekati Rp17.000 per dolar AS. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap strategi menarik modal asing lewat penguatan ekonomi nasional.(Sumber: Dok/Kementrian Keuangan)

POSKOTA.CO.ID - Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan setelah melemah mendekati level Rp17.000 per dolar Amerika Serikat. Kondisi ini memicu kekhawatiran pelaku pasar dan masyarakat.

Menanggapi situasi tersebut, Menteri Keuangan, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya angkat bicara dan menyampaikan keyakinannya bahwa rupiah akan segera bangkit dalam waktu dekat.

Berdasarkan pergerakan terbaru, nilai tukar rupiah tercatat berada di kisaran Rp16.896 per dolar AS yang tercatat per hari ini, 16 Januari 2026.

Pelemahan ini terjadi di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian, termasuk kebijakan moneter negara maju dan arus modal internasional yang fluktuatif.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Buka Peluang Rokok Ilegal Masuk Jalur Resmi, Ini Rencana Pemerintah Soal Tarif Cukai 2026

Meski demikian, pemerintah menilai kondisi tersebut masih bersifat sementara dan tidak mencerminkan fundamental ekonomi Indonesia secara keseluruhan.

Prediksi Rupiah Menguat dalam Dua Pekan

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis nilai tukar rupiah akan kembali menguat dalam dua pekan ke depan. Menurutnya, penguatan tersebut akan terjadi secara alami seiring dengan perbaikan kinerja ekonomi nasional.

Ia menjelaskan bahwa ketika ekonomi menunjukkan tren positif, modal asing cenderung masuk ke negara dengan prospek pertumbuhan yang menjanjikan. Arus masuk investasi inilah yang nantinya akan menopang penguatan nilai tukar rupiah.

Baca Juga: Menag Nasaruddin Umar Bertemu Menkeu Purbaya, Bahas Optimalisasi Dana Umat

Ekonomi Indonesia Diproyeksi Tumbuh Hingga 6 Persen

Purbaya juga memaparkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dinilai cukup solid. Pada kuartal IV-2025, pertumbuhan ekonomi diperkirakan berada di kisaran 5,45 persen, sementara sepanjang 2026 berpotensi menembus angka 6 persen.

Dengan capaian tersebut, ia menegaskan bahwa fondasi ekonomi Indonesia berada dalam kondisi kuat dan stabil, sehingga mampu menarik kembali modal asing yang sempat keluar.

Modal Asing dan Dana WNI Diprediksi Kembali Masuk


Berita Terkait


News Update