Menkeu Purbaya Optimistis Ekonomi Indonesia Tahun 2026 Akan Tumbuh Berkualitas, Ini Strategi Pemerintah

Jumat 16 Jan 2026, 16:44 WIB
Pemerintah optimistis ekonomi 2026 tumbuh berkualitas. Menkeu Purbaya menekankan percepatan belanja negara, perbaikan iklim investasi, serta penguatan sektor riil nasional. (Sumber: kemenkeu.go.id)

Pemerintah optimistis ekonomi 2026 tumbuh berkualitas. Menkeu Purbaya menekankan percepatan belanja negara, perbaikan iklim investasi, serta penguatan sektor riil nasional. (Sumber: kemenkeu.go.id)

POSKOTA.CO.ID - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan keyakinan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkualitas pada awal 2026.

Optimisme tersebut disampaikan dalam acara Semangat Awal Tahun 2026 bertema “440 Hari Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Menuju Pertumbuhan Berkualitas” yang digelar di kantor IDN HQ, Rabu 14 Januari 2026, sebagaimana dikutip Poskota dari laman resmi Kementerian Keuangan.

Menurut Purbaya, pemerintah telah mengambil langkah-langkah strategis sejak akhir 2025 untuk memastikan arah pertumbuhan ekonomi tetap terjaga dan berkelanjutan.

Baca Juga: Kumpulan Pernyataan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa yang Menjadi Cerminan Arah Ekonomi Nasional

Langkah Awal Pemerintah Balikkan Perlambatan Ekonomi

Menkeu Purbaya mengungkapkan, ekonomi nasional sempat mengalami perlambatan signifikan pada periode Agustus–September 2025.

Kondisi tersebut dinilai berisiko menimbulkan dampak lanjutan terhadap stabilitas sosial dan politik apabila tidak segera diatasi. Ia menuturkan bahwa pemerintah bergerak cepat membalikkan tren tersebut melalui serangkaian kebijakan awal.

Upaya itu terbukti mampu mengembalikan kepercayaan dan menjaga stabilitas ekonomi nasional. Menurutnya, pemulihan ekonomi menjadi kunci utama agar stabilitas sosial dan politik tetap terpelihara.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Salurkan Bonus Rp480 Miliar untuk Atlet SEA Games, Cek Rinciannya

Percepatan Belanja Negara dan Investasi Jadi Fokus Utama

Pada awal 2026, pemerintah menempatkan percepatan belanja negara dan perbaikan iklim investasi sebagai prioritas utama. Menkeu Purbaya menjelaskan, pembentukan satuan tugas percepatan dan debottlenecking dilakukan untuk mengatasi hambatan investasi serta mendorong pertumbuhan sektor riil.

Ia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen menciptakan stabilitas ekonomi dengan laju pertumbuhan yang tinggi. Jika dibutuhkan, dukungan berupa subsidi maupun insentif akan diberikan secara selektif dan disesuaikan dengan kondisi ekonomi.

Dalam kerangka tersebut, kebijakan fiskal, moneter, dan peran sektor swasta akan dijalankan secara bersamaan agar saling memperkuat.

Baca Juga: Purbaya Bakal Tindak Tegas Perusahaan China di RI yang Tidak Bayar Pajak

Sinkronisasi Fiskal dan Moneter Diperkuat

Menkeu Purbaya juga menyoroti pentingnya sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter. Ia mengakui, efektivitas kebijakan sebelumnya sempat tertahan akibat respons moneter yang belum sepenuhnya sejalan.

Namun, koordinasi dengan Bank Sentral kini telah diperkuat. Pemerintah dan otoritas moneter disebut telah mencapai titik temu dalam menjaga keseimbangan likuiditas di pasar, sehingga arah kebijakan fiskal dan moneter dapat berjalan lebih selaras.

Dengan penguatan koordinasi tersebut, pemerintah optimistis fondasi ekonomi nasional akan semakin kokoh dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas serta berkelanjutan sepanjang 2026.


Berita Terkait


News Update