Wilayah tersebut antara lain Kabupaten Pandeglang, Lebak, Serang, dan Tangerang.
“Pemantauan kami fokuskan pada kawasan bantaran sungai, lereng perbukitan, serta daerah dengan sistem drainase yang terbatas,” ujarnya.
Selain kesiapsiagaan aparat, BPBD Provinsi Banten juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun waspada terhadap perubahan cuaca.
Baca Juga: Evaluasi Penanganan Banjir, Pemkot Jakbar Keruk Kali Sepak Kembangan Sepanjang 1,4 Kilometer
Warga diminta menghindari aktivitas di wilayah rawan longsor maupun aliran sungai saat hujan lebat.
“Kami mengimbau masyarakat segera melaporkan tanda-tanda bahaya seperti retakan tanah, pohon tumbang, atau kenaikan muka air sungai agar dapat ditangani lebih cepat,” ujarnya.
Dalam upaya kesiapan respon cepat, BPBD Banten terus berkoordinasi dengan BMKG, TNI/Polri, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, serta relawan kebencanaan. Sinergi lintas sektor dinilai sangat penting dalam penanganan bencana.
“Koordinasi lintas instansi terus kami perkuat agar penanganan darurat dapat dilakukan secara cepat, terpadu, dan efektif,” pungkasnya.
