KEMBANGAN, POSKOTA.CO.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat mengevaluasi banjir yang merendam sejumlah titik saat hujan deras pada Senin, 12 Januari 2026 kemarin.
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah mengatakan penanganan banjir menjadi tantangan berat karena menyangkut persoalan kompleks yang saling berkaitan.
Ia menyampaikan banjir di Jakarta Barat tidak bisa dilihat dari satu faktor saja, melainkan gabungan dari faktor alam, geografis, hingga infrastruktur.
"Banjir seperti saya sampaikan tadi di apel bahwa ini adalah persoalan yang multidimensi ya sesungguhnya. Ini kami bicara air, bicara hulu sampai ke hilir," ujar Iin usai memimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana di Kantor Wali Kota Jakarta Barat pada Selasa, 13 Januari 2026.
Menurut Iin, faktor hulu berkaitan dengan air kiriman yang menyebabkan kenaikan muka air, sementara faktor lokal diperparah oleh cuaca ekstrem.
Ia menyoroti data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai curah hujan yang mengguyur Jakarta Barat mencapai 192 milimeter (mm) yang disebut tergolong kategori ekstrem.
"Kalau kami melihat kemarin tuh banjir secara data dari BMKG memang tinggi sekali curah hujannya dan kemudian durasinya juga sangat lama. Hampir setengah hari ya kalau kami melihat waktu kemarin," ucapnya.
Pengerukan Kali Sepak Kembangan
Iin menyebutkan kondisi geografis Jakarta Barat dekat dengan area hilir yang dinilai turut berpengaruh terhadap rentannya banjir.
Baca Juga: Hujan Deras Picu Banjir di Jakarta, DPRD Soroti Kesiapan Pemprov Hadapi Cuaca Ekstrem
Kendati demikian, pihaknya akan menangani pendangkalan (sedimentasi) sebagai upaya teknis dengan cara melakukan pengerukan secara serentak di 11 titik kali, satu di antaranya Kali Sepak Kembangan sepanjang 1,4 kilometer.
