Bahkan pelaku sempat berniat untuk membuat visum akibat perlakuan tidak menyenangkan tersebut ke pihak berwajib. Hal ini karena pelaku sebagai orang baru mengaku dipukul oleh korban.
"Nah, sempat dia (pelaku) lapor Ke RT. 'Pak RT, Saya dikebukin sama temen saya. Gimana? Saya tanya, situ siapa?' Saya temen yang dagang cilok," tutur Haris.
Sebagai ketua RT, Haris saat itu berusaha menenangkan pelaku yang disebut dalam keadanan emosi. Nahas, tiga hari setelahnya pada dini hari, pelaku ternyata melakukan penusukan usai korban solat subuh.
Baca Juga: Hujan Deras Picu Banjir di Jakarta, DPRD Soroti Kesiapan Pemprov Hadapi Cuaca Ekstrem
"Ya semua itu gak ada yang tau kejadian. Jadi kejadian itu si korban lagi tidur di ruangan yang biasa. Habis sholat subuh," ucapnya.
Berdasarkan dari keterangan yang didapatkan Harus, saat kejadian beberapa tukang cilok yang berada di rumah kontrakan tersebut sedang sibuk. Mereka baru mengetahui insiden ini ketika korban sudah terkapar dan mendengar teriakan minta tolong.
"Jadi yang satu temen udah pasar. Yang satu temennya tuh lagi nyuci di belakang. Itu gak ada yang tau dia datang ke situ. Gak ada yang tau. Jadi udah celaka baru Baru pada tau," ungkap dia.
Setelah kejadian tersebut, Haris menyebut pelaku langsung diamankan ke rumahnya. Pelaku sempat diikat dibangku yang berada di teras rumah untuk diinterogasi lalu kemudian dibawa ke polisi.
Baca Juga: Potensi Bencana Hidrometeorologi Meningkat, BPBD DKI Imbau Warga Waspada
"Saya bekuk, saya ringkuk, saya gini-gini gitu kan. Kebetulan masa udah banyak ya kan. Saya amanin juga. Jadi saya ikat di sini nih. Tali-tali masih ada tuh," jelas Haris.
Lebih lanjut, Kapolsek Kembangan, Kompol Taufik Iksan membenarkan adanya peristiwa penusukan tersebut dan memastikan korban saat ini dalam kondisi selamat.
“Korban sudah ditangani di RSUD Cengkareng dan nyawanya selamat,” kata Taufik.
Taufik memastikan korban dan pelaku merupakan rekan kerja, namun terkait motif penusukan masih dalam proses pendalaman oleh pihak kepolisian.
