POSKOTA.CO.ID - Bagi pelaku pasar modal global, ada satu kalender penting yang sering kali tidak terpajang di dinding kantor, namun selalu melekat di benak para pengelola dana: jadwal peninjauan indeks MSCI (MSCI Index Review).
Kalender ini kerap disebut sebagai “kalender rahasia investor” karena setiap pengumuman perubahan komposisi indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) hampir selalu memicu pergerakan harga saham dan arus dana asing secara signifikan, termasuk di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Fenomena ini bukan sekadar kebetulan. MSCI merupakan salah satu penyedia indeks global paling berpengaruh, yang dijadikan benchmark utama oleh manajer investasi dunia dalam mengelola produk investasi pasif seperti Exchange Traded Fund (ETF) dan reksa dana indeks.
Ketika MSCI mengumumkan sebuah saham Indonesia “naik kelas” masuk ke indeks globalnya, maka dana asing praktis “wajib” masuk untuk menyesuaikan portofolio.
“Perubahan komposisi indeks MSCI secara historis terbukti menjadi katalis utama arus dana pasif lintas negara,” tulis MSCI dalam dokumen metodologi indeksnya.
Baca Juga: Evaluasi Penanganan Banjir, Pemkot Jakbar Keruk Kali Sepak Kembangan Sepanjang 1,4 Kilometer
Apa Itu Rebalancing MSCI dan Mengapa Penting?
Melansir dari situs resmi msci.com, Rebalancing MSCI adalah proses penyesuaian portofolio yang dilakukan investor institusi setelah MSCI meninjau dan memperbarui daftar saham dalam indeksnya.
Peninjauan ini dilakukan secara berkala untuk memastikan indeks tetap mencerminkan kondisi pasar yang aktual dan dapat diinvestasikan oleh investor global.
Dalam proses index review, MSCI mengevaluasi saham berdasarkan metodologi ketat yang mencakup beberapa parameter utama, antara lain:
- Kapitalisasi pasar (market capitalization)
- Porsi saham beredar di publik (free float-adjusted market cap)
- Likuiditas perdagangan harian
- Aksesibilitas bagi investor asing
Hasil evaluasi ini dapat menghasilkan empat kemungkinan: saham tetap bertahan, promosi (naik kelas), degradasi (turun kelas), atau dihapus dari indeks.
Begitu pengumuman resmi dirilis, investor institusi akan menyesuaikan portofolionya agar tetap selaras dengan indeks acuan. Pada fase inilah volume transaksi biasanya melonjak tajam, terutama mendekati tanggal efektif (effective date).
