BPNT atau bantuan sembako juga termasuk dalam daftar bansos yang cair. Bantuan ini merupakan alokasi akhir 2025 yang sempat tertunda dan kini kembali diproses untuk penerima susulan.
Dana BPNT disalurkan melalui rekening atau kartu elektronik dan digunakan untuk membeli bahan pangan pokok di e-Warong yang telah bekerja sama dengan pemerintah.
Baca Juga: KUR Bank DKI 2026 Resmi Dibuka: Simak Plafon Rp1–Rp500 Juta, Bunga Rendah, dan Cara Daftarnya
Program Bantuan Sosial yang Dipastikan Berlanjut Sepanjang 2026
Di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah memastikan sejumlah program bansos tetap berjalan sebagai bagian dari perlindungan sosial nasional.
Bantuan Pangan Beras 10 Kilogram
Program bantuan beras 10 kg dipastikan berlanjut dengan rencana penyaluran selama empat bulan atau total 40 kg per KPM. Penyaluran diproyeksikan berlangsung menjelang Ramadan atau Hari Raya Idul Fitri untuk menjaga daya beli masyarakat.
Program Makan Bergizi Gratis
Program prioritas nasional Makan Bergizi Gratis tidak hanya menyasar siswa SD hingga SMA, tetapi juga balita dan ibu hamil. Ke depan, program ini akan diintegrasikan dengan bantuan permakanan bagi lansia dan penyandang disabilitas tunggal.
Sekolah Rakyat
Melalui Kementerian Sosial, pemerintah menghadirkan Sekolah Rakyat, program pendidikan gratis berasrama bagi anak dari keluarga miskin ekstrem (Desil 1 dan 2). Seluruh biaya pendidikan dan kebutuhan dasar siswa ditanggung negara.
Tips bagi KPM agar Tidak Ketinggalan Pencairan
Pengamat bansos dari Sukron Channel menyarankan KPM untuk rutin memantau saldo rekening melalui mobile banking.
“Cek saldo lewat ponsel jauh lebih praktis dibanding bolak-balik ke ATM, apalagi jika dana belum masuk,” ujarnya.
Untuk bansos tahap pertama 2026, masyarakat diminta bersabar karena pembaruan data SIKS-NG masih berlangsung. Pemerintah mengimbau agar KPM memastikan data kependudukan tetap aktif dan sesuai.
