Purbaya Optimis IHSG Bisa Tembus 10.000 pada 2026

Sabtu 10 Jan 2026, 11:15 WIB
Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa saat memberikan paparan saat konferensi pers APBN KiTA di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis, 18 Desember 2025. (Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)

Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa saat memberikan paparan saat konferensi pers APBN KiTA di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis, 18 Desember 2025. (Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)

POSKOTA.CO.ID - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa menembus level 10.000. Namun, kenaikan IHSG harus didiorong oleh pondasi ekonomi yang kuat.

Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi menggangap bahwa nilai IHSG menembus level 10.000 pada tahun ini merupakan sesuatu hal yang tak mustahil untuk diraih.

"Tentunya bila mana fundamental ekonomi Indonesia itu solid dan juga peran investor domestik itu meningkat, rasanya level tersebut bukan tidak mungkin untuk dapat tercapai," kata Inarno dalam RDKB Desember yang disiarkan secara daring, Jumat kemarin.

Inarno juga menekankan bahwa kenaikan IHSG harus didorong juga pondasi ekonomi yang kuat. Tak hanya itu, peran investor domestik seperti ritel atau institusi agar pasar modal Indonesia memiliki daya tahan yang tinggi.

Baca Juga: Rupiah Menguat, Emas Melemah? IHSG Melonjak Usai Purbaya Yudhi Sadewa Gantikan Sri Mulyani

Selain fundamental emiten, pergerakan IHSG juga dipengaruhi oleh berbagai dinamika, baik dari dalam negeri maupun gejolak global. Oleh karena itu, investor diminta tidak hanya terpaku pada angka, tapi juga jeli melihat keadaan.

"Dan tentunya kami tidak pernah jemu-jemu untuk selalu mengingatkan bahwa keputusan dalam berinvestasi tetap perlu diiringi dengan kewaspadaan dan juga pengelolaan risiko yang baik," tambahnya.

Tiga Kebijakan Utama Jadi Fokus Penguatan Pasar Saham

Sementara itu dari sisi regulator, OJK berkomitmen untuk menjaga pasar agar tetap berjalan teratur, wajar dan efisien dengan fokus menciptakan ekosistem yang sehat dan berintegritas.

Hal tersebut berpotensi membuat pertumbuhan indeks ya maupun instrumen lainnya bisa tercapai secara berkelanjutan bukan hanya karena momentum jangka pendek.

Inarno juga mengingatkan kembali pesan Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar saat pembukaan perdagangan bursa 2026.

Ada tiga kebijakan utama yang menjadi fokus perhatian demi mengawal penguatan pasar saham.


Berita Terkait


News Update