Meski Porsi Makin Irit, Gultik Tetap Diburu

Minggu 12 Jul 2026, 09:47 WIB
Suasana kuliner gultik di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. (Sumber: Poskota/Ali Mansur)
Suasana kuliner gultik di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. (Sumber: Poskota/Ali Mansur)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Di tengah menjamurnya kuliner kekinian, Gule Tikungan (Gultik) di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, tetap menjadi primadona bagi para pencinta kuliner malam.

Meski banyak pelanggan mengakui ukuran porsinya kini semakin kecil daripada beberapa tahun lalu, hal itu tidak mengurangi minat mereka untuk kembali menikmati semangkuk gule hangat yang dijual mulai Rp10 ribu per porsi.

Fenomena porsi yang terkesan "mini" bahkan sudah menjadi ciri khas Gultik. Tak sedikit pembeli yang memesan dua hingga lima porsi dalam sekali makan agar benar-benar kenyang. Namun, harga yang masih ramah di kantong membuat kebiasaan tersebut tetap dianggap sepadan.

Salah seorang pelanggan, Bambang, 43 tahun, memahami karakteristik Gultik sejak pertama. Menurutnya, porsi yang kecil bukan menjadi alasan untuk berhenti datang ke kawasan kuliner tersebut.

Baca Juga: Menikmati Es Pisang Hijau Legendaris di Jalan Inspeksi Kalimalang, Favorit Penikmat Kuliner Jabodetabek

"Kalau mau kenyang harus lima porsi. Karena porsinya itu menggelitik, paling dua sampai tiga suap juga sudah habis," kata Bambang kepada Poskota.

Namun, pria asal Tebet itu menyebut, rasa gurih kuah gule dan empuknya potongan daging membuat pengalaman menyantap Gultik tetap memuaskan. Selain itu, suasana kawasan Blok M yang ramai pada malam hari menjadi daya tarik tersendiri untuk berkumpul bersama teman setelah beraktivitas.

Sementara itu, salah seorang karyawan My Gultik Pak Agus, Daffa mengatakan, ukuran porsi yang disajikan memang tidak banyak sejak dulu. Menurutnya, pelanggan sudah memahami konsep tersebut sehingga lebih memilih menambah jumlah porsi atau memesan sate sebagai pelengkap.

"Harga gultiknya Rp10 ribu per porsi, kalau nasinya dipisah lebih mahal. Sate-satean satunya Rp5 ribu. Dijamin ketagihan, balik lagi pasti," ujarnya.

Baca Juga: Tauge Goreng dengan Kuah Oncom Kental, Kuliner Khas Bogor yang Sarat Nostalgia

Daffa menambahkan, mayoritas pelanggan merupakan anak muda yang datang pada malam hari. Meski pilihan kuliner di Jakarta terus bertambah, Gultik tetap memiliki pelanggan setia karena menawarkan perpaduan harga terjangkau, cita rasa yang konsisten, serta suasana makan sederhana yang sulit ditemukan di tempat lain.


Berita Terkait


News Update