Tingkat produksi di blok tersebut tercatat sekitar 26,35 persen. Dari angka tersebut, Maurel & Prom memperoleh sekitar 2,635 persen produksi bersih, yang tetap menjadi bagian penting dari portofolio aset migas perusahaan di Venezuela.
Kekhawatiran Keamanan Aset di Tengah Gejolak Politik
Meningkatnya ketegangan politik dan keamanan di Venezuela memunculkan kekhawatiran terhadap keselamatan aset serta keberlanjutan operasional perusahaan asing.
Kondisi ini juga berdampak pada perhatian terhadap investasi yang memiliki keterkaitan dengan Indonesia.
Seiring situasi yang belum stabil, pengawasan terhadap operasional lapangan minyak dan keselamatan pekerja menjadi isu krusial bagi perusahaan energi global.
Baca Juga: Presiden Venezuela Nicolas Maduro Disebut Ditangkap AS, Fakta Lapangan Ungkap Dua Pandangan Berbeda
Pertamina Pastikan Aset Migas Tetap Aman
Menanggapi kondisi tersebut, pihak PIEP memastikan bahwa hingga saat ini aset Pertamina di Venezuela masih dalam kondisi aman. Manager Relation PIEP, Dhaneswari Retnowardhani, menyatakan bahwa hasil pemantauan terbaru tidak menunjukkan adanya dampak langsung terhadap ladang minyak maupun staf Maurel & Prom.
Ia menyebutkan berdasarkan pemantauan yang dilakukan, hingga saat ini tidak terdapat dampak terhadap aset dan staf M&P di Venezuela.
Meski belum ditemukan dampak langsung, PIEP menegaskan kewaspadaan tetap ditingkatkan. Pemantauan kondisi politik dan keamanan dilakukan secara berkelanjutan seiring dinamika yang masih berkembang di Venezuela.
Sebagai langkah mitigasi risiko, PIEP juga terus menjalin koordinasi intensif dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Caracas. Langkah ini diambil untuk memastikan keamanan aset, keselamatan personel, serta kelangsungan operasional perusahaan.
Situasi Venezuela hingga kini masih menjadi perhatian dunia internasional, terutama bagi industri energi global yang memiliki kepentingan strategis di negara Amerika Latin tersebut.
