Presiden Venezuela Nicolas Maduro Disebut Ditangkap AS, Fakta Lapangan Ungkap Dua Pandangan Berbeda

Minggu 04 Jan 2026, 18:02 WIB
Geopolitik Amerika Selatan Memanas: Dua Pandangan Besar di Balik Isu Penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro (Sumber: Pinterest)

Geopolitik Amerika Selatan Memanas: Dua Pandangan Besar di Balik Isu Penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro (Sumber: Pinterest)

POSKOTA.CO.ID - Perkembangan geopolitik di Amerika Selatan kembali menjadi sorotan internasional setelah beredar kabar mengenai penangkapan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, oleh militer Amerika Serikat.

Informasi tersebut menyebar luas di media sosial dan sejumlah portal daring, memicu reaksi beragam baik di dalam maupun luar Venezuela.

Isu ini tidak hanya menyentuh ranah politik internasional, tetapi juga membuka kembali diskursus lama mengenai kepemimpinan Maduro, dugaan pelanggaran hak asasi manusia, serta konflik kepentingan global atas sumber daya Venezuela.

Menurut narasi yang beredar, Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dikabarkan ditangkap pada Sabtu lalu dan kemudian diterbangkan ke kapal perang Amerika Serikat USS Iwo Jima. Keduanya disebut akan menjalani proses hukum lanjutan di New York, Amerika Serikat. Hingga kini, klaim tersebut masih menjadi perdebatan karena belum disertai pernyataan resmi dari pemerintah AS maupun otoritas internasional terkait.

Baca Juga: Cara Aman Nonton Film Video Viral Legal Anti Blokir, Cek Panduannya Tanpa VPN!

Respons Publik dan Tuduhan Pelanggaran HAM

Di tengah simpang siur informasi, sebagian masyarakat Venezuela khususnya kelompok oposisi merespons kabar tersebut secara positif. Bagi mereka, Nicolás Maduro kerap dipandang sebagai pemimpin otoriter yang bertanggung jawab atas krisis ekonomi, kemanusiaan, dan demokrasi yang berkepanjangan di negara tersebut.

Sejumlah organisasi hak asasi manusia internasional, seperti Amnesty International dan Human Rights Watch, memang telah lama menyoroti Venezuela.

Dalam berbagai laporan, kedua lembaga itu mendokumentasikan dugaan pelanggaran HAM yang mencakup penyiksaan terhadap tahanan politik, pembunuhan di luar proses peradilan, serta penahanan sewenang-wenang terhadap aktivis dan jurnalis. Laporan juga menyebutkan dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan yang terjadi saat aparat keamanan merespons aksi protes besar-besaran di Venezuela dalam beberapa tahun terakhir.

Isu-isu tersebut memperkuat persepsi negatif terhadap Maduro di mata komunitas internasional, sekaligus menjadi dasar legitimasi sanksi ekonomi dan tekanan diplomatik yang dijatuhkan Amerika Serikat serta sekutunya.

Maduro dan Perlawanan terhadap Dominasi Global

Namun, tidak semua pihak memandang Nicolás Maduro semata sebagai diktator. Terdapat pandangan alternatif yang menilai bahwa kebijakan-kebijakan Maduro justru berangkat dari upaya melawan dominasi ekonomi global dan melindungi kedaulatan Venezuela.

Kelompok ini menyoroti sikap Maduro yang disebut ingin membatasi praktik riba, menolak dominasi bank sentral yang dianggap tunduk pada kepentingan asing, serta merencanakan pemutusan hubungan diplomatik dengan Israel. Selain itu, Maduro juga kerap menyuarakan keinginannya untuk mengusir perusahaan minyak asing yang dinilai telah lama mengeksploitasi sumber daya alam Venezuela tanpa memberikan kesejahteraan yang seimbang bagi rakyatnya.


Berita Terkait


News Update