POSKOTA.CO.ID - Amerika Serikat dilaporkan melancarkan operasi militer besar-besaran ke Venezuela yang menewaskan sedikitnya 40 orang.
Dalam operasi tersebut, Presiden Venezuela Nicolas Maduro bersama istrinya, Cilia Flores, disebut berhasil ditangkap dan diterbangkan keluar dari negara itu.
Pernyataan mengejutkan ini disampaikan Presiden Amerika Serikat Donald Trump melalui akun media sosial Truth Social pada Sabtu, 3 Januari 2026 waktu setempat.
Trump mengklaim operasi militer tersebut menyasar langsung pusat kekuasaan Venezuela.
Menurut Trump, pasukan AS menggempur sejumlah wilayah strategis, termasuk ibu kota Caracas serta negara bagian Miranda, Aragua, dan La Guaira.
Serangan tersebut menyebabkan puluhan korban jiwa yang terdiri dari personel militer dan warga sipil Venezuela.
Militer AS juga melakukan serangan udara ke kediaman Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino López, serta menghantam pusat komando dan komunikasi militer di Caracas dan perbukitan sekitarnya.
Fasilitas-fasilitas tersebut berperan vital dalam koordinasi pertahanan udara dan keamanan internal Venezuela.
Hancurnya pusat komando itu disebut membuat militer Venezuela lumpuh dan tidak mampu melancarkan serangan balasan.
