Dua Bocah Ditemukan Tewas di Kali Cikarang, Satu Korban Masih dalam Pencarian Tim SAR

Minggu 30 Nov 2025, 16:16 WIB
Unit SAR gabungan tengah melakukan pencarian terhadap Fatur, 6 tahun, bocah yang tenggelam di aliran Kali Cikarang, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. (Sumber: POSKOTA | Foto: Nurpini Aulia Rapika)

Unit SAR gabungan tengah melakukan pencarian terhadap Fatur, 6 tahun, bocah yang tenggelam di aliran Kali Cikarang, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. (Sumber: POSKOTA | Foto: Nurpini Aulia Rapika)

CIKARANG UTARA, POSKOTA.CO.ID - Personel Rescue SAR Jakarta bersama Unit Siaga SAR Bekasi masih terus melakukan pencarian terhadap satu bocah bernama Fatur 6 tahun, yang hilang dan diduga tenggelam di Kali Cikarang, Kampung Tanah Baru, Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.

Peristiwa nahas itu terjadi pada Sabtu 29 November 2025 sekitar pukul 14.30 WIB.

Sementara dua bocah lainnya, Fatan 6 tahun dan Abiyasa 5 tahun, sudah lebih dulu ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Ketiganya diketahui tengah bermain di sekitar aliran Kali Cikarang sebelum dinyatakan tenggelam.

“Korban atas nama Fatan ditemukan pukul 09.35 WIB, sekitar 1 kilometer dari lokasi kejadian. Dan korban atas nama Abiyasa ditemukan pukul 10.00 WIB, sekitar 1,35 kilometer. Tidak jauh dari korban pertama,” ujar Komandan Tim Basarnas Unit Siaga SAR Bekasi, I Putu Suwartika, Minggu 30 November 2025.

Baca Juga: Bocah 9 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Sindang Barang Bogor

Putu menjelaskan, kedua korban ditemukan dalam kondisi mengambang di aliran sungai.

“Kami menemukan korban sudah mengambang, jadi tinggal kami angkat. Sudah meninggal dunia,” katanya.

Putu mengatakan pihaknya baru menerima laporan tenggelamnya ketiga bocah tersebut pada pukul 18.00 WIB. Ia menegaskan tidak ada saksi mata yang melihat secara langsung momen korban jatuh atau terseret arus.

“Laporan masuk ke kami pukul 18.00 karena berita masih simpang siur apakah korban tenggelam atau tidak. Karena memang tidak ada saksi yang melihat langsung,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa debit air di Kali Cikarang saat kejadian disebut cukup tinggi sehingga menyulitkan proses pencarian.

“Kemarin debit air memang deras. Hambatannya juga banyak obstacle seperti sampah dan bebatuan,” ungkapnya.

Putu mengatakan, karena kondisi arus yang deras dan medan berbahaya, tim SAR menggunakan metode jangkar dalam pencarian, tanpa melakukan penyelaman.

“Untuk upaya khusus, karena arus deras, kami hanya teknik menjangkar. Penyelaman tidak mungkin dilakukan karena visibility nol dan sangat berbahaya bagi penyelam,” tegas Putu.

Sesuai SOP, Putu mengatakan upaya pencarian terhadap satu korban lainnya akan dilakukan hingga tujuh hari ke depan.

Baca Juga: Korban Terakhir yang Tenggelam di Kali Cikeas Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup

“Basarnas memiliki SOP tujuh hari pencarian. Dari Unit Siaga SAR Bekasi kami mengirimkan enam personel, dan bergabung bersama unsur SAR gabungan lainnya. Pencarian hari ini disudahi sementara pukul 17.00. Untuk malam hari kami hanya lakukan visual dari darat,” ujarnya.

Atas kejadian yang menewaskan tiga bocah tersebut, Putu juga meminta perangkat desa setempat memasang papan peringatan di sepanjang bantaran sungai agar kejadian serupa tidak terulang.

“Perangkat desa kami minta membuat imbauan atau larangan bermain di pinggir kali,” jelasnya. (cr-3)


Berita Terkait


News Update