Begini Cerita Awal Mula Tumpukan Sampah di Kolong Tol Wiyoto Wiyono Tanjung Priok

Selasa 11 Nov 2025, 19:39 WIB
Tumpukan sampah di Kolong Jalan Tol Wiyoto Wiyono, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa, 11 November 2025. (Sumber: POSKOTA | Foto: M Tegar Jihad)

Tumpukan sampah di Kolong Jalan Tol Wiyoto Wiyono, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa, 11 November 2025. (Sumber: POSKOTA | Foto: M Tegar Jihad)

Sutrisno menjelaskan, penumpukan sampah, juga disebabkan oleh TPS Danau Cincin di Papanggo ditutup sementara, karena adanya perbaikan jalan. Akibatnya, sampah dari sejumlah wilayah dialihkan ke kolong tol.

"Menumpuknya ini karena awalnya tempat buang sampah di Danau Cincin, yang di Papanggo itu, ditutup sementara waktu ada perbaikan jalan. Akhirnya semua sampah dialihkan buang ke sini. Nah, dari situ armadanya jadi tersendat, makanya sampah di sini numpuk," ujarnya.

Lebih lanjut, Sutrisno menyebut bahwa lokasi penumpukan sampah di bawah tol itu sebenarnya bukanlah TPS resmi.

"Sebenarnya bukan. Karena ini istilahnya sampah masyarakat. Sampah di sini udah bertahun-tahun, mungkin ada dua puluh tahun. Awalnya dari depan, lalu pindah ke dalam," ungkap dia.

"Sebenarnya enggak boleh, karena mengganggu area tol ini, batasnya tinggi. Tapi ya namanya masyarakat, yang punya juga enggak ngizinin, enggak nyuruh juga. Jadi masyarakat buang aja, akhirnya seperti ini numpuk," jelasnya.

Baca Juga: Pemkot Cimahi Makin Serius Atasi Masalah Sampah

Sutrisno mengatakan bahwasampah yang menumpuk di lokasi tersebut berasal dari empat kelurahan di sekitar kawasan Sunter, yaitu Sunter Jaya, Sungai Bambu, Kebon Bawang, Warakas, serta sebagian Papanggo.

Bahkan, beberapa kegiatan kebersihan dari luar wilayah juga ikut membuang ke lokasi itu.

“Misalnya sampah dari kegiatan Akermod di Gajah Mada juga buang ke sini,” ungkapnya.

Namun kini, dikatakan Sutrisno, setelah ramai diberitakan dan viral di media, penanganan mulai dilakukan serius oleh pihak terkait.

"Alhamdulillah udah berkurang. karena udah diangkut. Kemarin awal pertama gebrakan hari Minggu itu, langsung 16 mobil. Hari Senin kemarin dimuat 12 mobil, hari ini 9 mobil," ucapnya.

Warga sekitar pun, dikatakan Sutrisno, kerap mengeluhkan bau menyengat, terutama saat musim hujan tiba.


Berita Terkait


News Update