Untuk pengguna komputer, opsi lain adalah menggunakan WhatsApp Web di jendela incognito (penyamaran) browser. Mode ini tidak menyimpan cookie dan riwayat, sehingga terkadang mencegah sistem WhatsApp mengenali penonton status.
Langkah-langkah:
- Buka browser (misalnya Chrome atau Edge) dan aktifkan New Incognito Window.
- Akses web.whatsapp.com, lalu pindai kode QR untuk login.
- Setelah masuk, buka tab Status dan lihat konten yang diinginkan.
Namun, efektivitas metode ini tidak selalu konsisten karena WhatsApp terus memperbarui keamanannya. Jadi, anggap cara ini sebagai alternatif sementara, bukan solusi permanen.
4. Akses Folder .Statuses di Android
Bagi pengguna Android, ada trik menarik: kamu bisa melihat status tanpa membuka WhatsApp sama sekali, melalui folder tersembunyi di penyimpanan internal.
Langkah-langkah:
- Buka File Manager / Pengelola Berkas.
- Arahkan ke lokasi:
Penyimpanan internal > WhatsApp > Media > .Statuses, atauAndroid > media > com.whatsapp > WhatsApp > Media > .Statuses.
- Di dalam folder tersebut terdapat file sementara (foto/video) status yang telah diunduh otomatis oleh WhatsApp.
Pastikan kamu mengaktifkan tampilan file tersembunyi, karena folder .Statuses biasanya tidak terlihat. Cara ini hanya berlaku di Android, tidak bisa digunakan di iPhone.
5. Gunakan Kombinasi Mode Pesawat + Force Stop (Opsional)
Beberapa pengguna memilih langkah tambahan agar lebih aman, yaitu melakukan Force Stop pada WhatsApp setelah melihat status dalam mode pesawat.
Langkah-langkah:
- Lihat status dengan Mode Pesawat aktif.
- Setelah itu, buka Pengaturan > Aplikasi > WhatsApp.
- Pilih Paksa Berhenti (Force Stop).
- Nyalakan kembali koneksi internet setelah WhatsApp benar-benar ditutup.
Langkah ini memastikan aplikasi tidak sempat menyinkronkan data yang menandai kamu sudah melihat status.
6. Hindari Aplikasi Pihak Ketiga
Beberapa aplikasi seperti Status Saver atau WA Status Viewer mengklaim bisa membantu melihat dan menyimpan status tanpa meninggalkan jejak. Meski terdengar menarik, cara ini tidak disarankan karena berisiko.
Aplikasi pihak ketiga sering meminta izin akses berlebihan, bahkan hingga ke data pribadi, penyimpanan, atau daftar kontak. Selain itu, beberapa di antaranya berpotensi melanggar kebijakan privasi WhatsApp atau mengandung malware.
Sebelum menginstal aplikasi semacam ini:
- Baca ulasan pengguna.
- Periksa izin yang diminta.
- Hindari aplikasi yang meminta akses ke data pribadi atau pesan.
