Oleh: Joko Lestari
POSKOTA.CO.ID - Kasus penyadapan masih menjadi perhatian publik yang begitu meluas. Ini tentu bukan saja karena dugaan penyadapan dilakukan petinggi Polri yang masih aktif terhadap kepala negara, tetapi begitu luas cakupannya.
“Namun, obrolan warteg kali ini bukan menyoal itu semua, selain tiadanya kemampuan, terlebih karena kita meyakini Polri beserta lembaga dan institusi negara terkait, akan mengungkap hingga tuntas secara transparan, objektif, tak ada yang ditutup-tutupi,” ujar bung Heri mengawali “Obrolan Warteg” bersama sohibnya, mas Bro dan bang Yudi.
“Terus apa yang mau kita obrolkan,” tanya Yudi.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Tebarkan Keharuman, Bukan Aroma Kebusukan
“Yang utama memberi ketenangan kepada publik, dengan memastikan bahwa semua program prioritas untuk menyejahterakan rakyat tidak akan terganggu, termasuk swasembada jagung,” jelas Heri.
“Terus apa lagi?” tanya Yudi lagi.
“Memastikan ketersediaan pangan dan kebutuhan pokok tetap aman dan terkendali, utamanya tidak ada kenaikan harga, Kalau harga sembako melejit, rakyat bisa panik,” urai Heri.
“Tak kalah pentingnya Presiden Prabowo segera berbenah dengan mengevaluasi secara menyeluruh unsur kabinet dan pejabat di lingkaran istana serta lembaga, badan dan institusi negara seperti diusulkan sejumlah tokoh bangsa,” kata mas Bro.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Presiden Disadap Eks Kapolri, Kok Bisa?
“Singkirkan pejabat yang dinilai tidak memiliki loyalitas penuh. Ini bisa merujuk kepada aspirasi yang berkembang dalam masyarakat, setidaknya kehendak publik patut dipertibangkan. Hasilnya sudah teruji,” jelas Heri.
“Lantas bagaimana dengan mereka yang sudah terlalu lama menjabat?,” tanya Yudi.
“Itu termasuk yang dievaluasi.Sudah lama, kurang karya nyata bagi, sering bikin gaduh, terlebih menyakiti hati rakyat, apa layak dipertahankan. Yang lama wajib dipertahankan, jika loyalitas tinggi sudah teruji, apalagi memiliki prestasi membanggakan,” papar mas Bro.
“Jadi pendekatan utama saat ini loyalitas ya,” celatuk Yudi.
“Loyalitas yang didukung dengan kapabilitas, integritas dan moralitas. Boleh jadi loyalitas belum penuh, tetapi karena memiliki integritas dan moralitas yang tinggi, loyalitas akan terbangun dengan sendirinya,” jelas mas Bro.
“Betul juga, soal penyadapan kepada presiden tak lepas dari etika dan moralitas seperti pernah disinggung dalam obrolan warteg sebelumnya,” urai Heri.
“Poin pentingnya bagaimana mencari pejabat yang bermoral. Elektabilitas dan akseptabilitasnya tinggi, mungkin juga kapabilitasnya bagus, tapi kalau moralnya rendah, akan menuai masalah,” ujar Heri.
“Upaya bersih-bersih menjadi kebutuhan agar tidak ada lagi “duri dalam daging” dalam tubuh pemerintahan,” kata mas Bro.
