KEBAYORAN BARU, POSKOTA.CO.ID - Angka tawuran di wilayah Jakarta Timur menunjukkan penurunan sepanjang 2026. Berdasarkan data Polres Metro Jakarta Timur, jumlah kejadian tawuran yang mencapai 132 kasus selama 2025, kini tercatat 22 kasus sejak Januari hingga Oktober 2026.
Wali Kota Jakarta Timur Munjirin mengatakan, penurunan juga terlihat setelah Pemprov DKI Jakarta meresmikan sejumlah fasilitas olahraga pada Mei 2026. Dalam periode Mei hingga Oktober 2026, tercatat hanya 13 kejadian tawuran.
"Ini datanya menunjukkan untuk tahun 2025 itu di Polres Jakarta Timur itu 132 kejadian. Sejak Bapak resmikan bulan Mei sampai Oktober terjadi 13. Dan kalau diakumulasi dari Januari, 22 kejadian," ujar Munjirin dalam keterangannya, Jumat, 6 November 2026.
Menurut Munjirin, penyediaan ruang aktivitas positif bagi anak muda menjadi salah satu langkah pemerintah untuk menekan aksi tawuran. Sebelumnya, Pemprov DKI telah menghadirkan fasilitas olahraga serupa di kawasan Pasar Seno, Jakarta Timur.
Fasilitas tersebut mendapat respons positif dari masyarakat dan rutin dimanfaatkan warga setiap hari mulai pukul 16.30 hingga 22.00 WIB. Tingginya minat anak muda kemudian mendorong pemerintah membangun sarana olahraga tinju di kolong Flyover Kampung Melayu yang rampung pada 23 Oktober 2026.
Fasilitas olahraga di Kampung Melayu tidak hanya dimanfaatkan warga setempat, tetapi juga terbuka bagi anak muda dari sejumlah wilayah lain di Jakarta Timur. Mereka berasal dari Bali Mester, Kampung Melayu Seberang, Cipinang Besar Utara, Cipinang Besar Selatan, Bidara Cina, hingga sebagian wilayah Matraman.
Bahkan, kata Munjirin, pengelolaan fasilitas olahraga tersebut turut melibatkan anak-anak muda yang sebelumnya pernah terlibat dalam aktivitas tawuran. Mereka diberikan kepercayaan untuk mengurus sarana olahraga sekaligus mengajak rekan-rekannya melakukan kegiatan yang lebih produktif.
Sementara itu, secara lebih luas Polda Metro Jaya mencatat sedikitnya 440 kejadian tawuran hingga balap liar yang ditangani kepolisian di seluruh wilayah hukumnya sepanjang 2025. Untuk menekan fenomena tersebut, kepolisian berencana meningkatkan patroli di kawasan dan waktu yang rawan terjadi aksi kekerasan.
Baca Juga: Isu Jakarta Siaga 1 Beredar Masif di Medsos, TNI dan Pramono Anung Buka Suara
"Polisi Bersama Masyarakat bukan hanya tentang kehadiran petugas di lapangan, tetapi bagaimana kehadiran itu benar-benar memberikan dampak dan rasa aman bagi warga," tegas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto.
