PIDIE, POSKOTA.CO.ID - Anggota DPD RI asal Aceh, Tgk Ahmada menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden penembakan di Pulo Keunari, Kabupaten Pidie, yang diduga berkaitan dengan pengibaran bendera Bulan Bintang.
Ahmada menegaskan keselamatan masyarakat harus prioritas utama dalam setiap tindakan aparat penegak hukum. Ia meminta agar peristiwa tersebut diusut secara transparan, profesional, dan berkeadilan.
“Rakyat harus dilindungi, bukan ditakuti. Aparat memiliki tanggung jawab untuk melindungi dan mengayomi masyarakat. Jangan sampai masyarakat justru merasa takut kepada pihak yang seharusnya memberikan perlindungan,” kata Ahmada.
Menurutnya, setiap tindakan aparat harus berlandaskan hukum dan mengedepankan prinsip penghormatan terhadap hak asasi manusia. Apabila ditemukan adanya pelanggaran dalam insiden tersebut, pihak yang bertanggung jawab harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Baca Juga: DPD RI Perkuat Perjuangan Aspirasi Daerah lewat Legislasi, Pengawasan, dan Dialog Publik
Ia juga menekankan persoalan pengibaran bendera Bulan Bintang di Aceh perlu disikapi secara bijaksana dengan memahami sejarah, kekhususan, dan dinamika sosial masyarakat Aceh.
“Jika ada persoalan terkait pengibaran bendera, selesaikan melalui mekanisme hukum dan dialog. Jangan sampai tindakan yang dilakukan justru menimbulkan ketakutan dan ketidakpercayaan masyarakat,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh pihak untuk menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh situasi. Namun, ia mengingatkan upaya menjaga ketertiban tidak boleh mengabaikan keselamatan warga.
Sebagai Anggota DPD RI asal Aceh, Tgk Ahmada berharap insiden di Pulo Keunari dapat diusut hingga tuntas. Ia menegaskan bahwa negara harus hadir sebagai pelindung seluruh rakyat, termasuk masyarakat Aceh.
Baca Juga: Dorong Kolaborasi Lintas Instansi, DPD RI Ajak Humas Pemerintah jadi Komunikator Strategis
“Penegakan hukum harus berjalan secara adil dan terukur. Keselamatan rakyat adalah hal yang tidak boleh ditawar,” ucapnya.
