Ruben Onsu Tunjukkan Bukti Demo Bayaran Dirinya: Fee Rp40 Ribu dan Aturan Dresscode Jadi Sorotan

Kamis 05 Nov 2026, 18:30 WIB
Sejumlah orang terlihat melakukan aksi protes di depan gedung salah satu stasiun televisi swasta di Jakarta,Kamis (5/11/2026). (Foto: Aditia Saputra)
Sejumlah orang terlihat melakukan aksi protes di depan gedung salah satu stasiun televisi swasta di Jakarta,Kamis (5/11/2026). (Foto: Aditia Saputra)

POSKOTA.CO.ID,- Isu mengenai biaya partisipasi dalam aksi demonstrasi yang menargetkan Ruben Onsu di depan Gedung Trans TV, Jakarta Selatan, kini menjadi sorotan publik. Presenter kondang tersebut membagikan unggahan tangkapan layar berisi pesan grup perpesanan. Dalam pesan tersebut, terungkap bahwa setiap orang yang bersedia mengikuti aksi demonstrasi ditawari bayaran sebesar Rp40.000.

Pesan yang beredar menetapkan lokasi aksi damai berada di kawasan Mampang, Jakarta Selatan,Kamis (5/11/2026). Selain itu, para peserta diminta melakukan proses absensi pada pukul 09.00 WIB hingga 10.00 WIB. Pihak penyelenggara juga menentukan aturan berpakaian atau dresscode khusus bagi seluruh peserta.

"Aksi damai Kamis (5/11/2026) lokasi Trans TV Mampang, absen pada pukul 09.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB. Dresscode: cewek kemeja hijab, cowok kemeja panjang sama peci, semua pakai sepatu. Fee: 40 k (Rp 40.000) transfer (tf). Yang mau ikut bisa japri ya," bunyi isi pesan yang diunggah oleh Ruben Onsu.

Ketentuan Kehadiran dan Pengaitan Isu Tertentu

Penyelenggara aksi mengimbau agar seluruh peserta sudah tiba tepat waktu di lokasi. Hal tersebut bertujuan agar rangkaian acara dapat berlangsung secara cepat. Meskipun demikian, pihak pengorganisasi tetap mengizinkan orang-orang yang belum terdaftar untuk hadir langsung ke lokasi.

Baca Juga: Ruben Onsu Sindir Aksi Demo di Trans TV: Pertanyakan Bayaran Pendemo hingga Singgung Sarwendah

"Pukul 10.00 WIB sudah pada sampai semua ya, biar main cepat. Yang tidak ada di list datang saja enggak apa-apa," tulis pesan tersebut.

Selain mengatur waktu dan pakaian, pesan itu turut memuat instruksi spesifik mengenai penampilan peserta. Pihak penyelenggara mengaitkan tema demonstrasi ini dengan isu LGBT. Sebab, aksi tersebut diklaim tidak memiliki hubungan dengan pihak pemerintah maupun almamater mana pun.

"Yang bti, bti besok jadi laki-laki dahulu ya soalnya besok aksi tentang LGBT dan ini aman ya enggak ada sangkut paut sama pemerintah, dan enggak pakai almameter," lanjut keterangan dalam pesan itu.

Tanggapan Menohok Ruben Onsu terhadap Aksi Tersebut

Menanggapi beredarnya bukti pesan tersebut, Ruben Onsu menegaskan bahwa dirinya telah mengantongi sosok yang diduga menjadi dalang di balik aksi ini. Oleh karena itu, ia melontarkan sindiran pedas melalui unggahan di akun media sosial pribadinya. Ia merasa heran sekaligus terhibur dengan adanya instruksi pakaian khusus dalam aksi tersebut.


Berita Terkait


News Update