"Betul, Yang Mulia," jawab Jokowi.
"Baik. Tadi di situ kan ada foto ya, saudara saksi ya. Ada foto. Itu foto saudara saksi atau foto Dumatno Budi Utomo?" tanya jaksa lagi kepada Jokowi.
"Foto saya, Yang Mulia. Untuk apa dipasang fotonya Dumatno Budi Utomo?" tegas Jokowi.
Berdasarkan penuturan Jokowi, Dumatno Budi Utomo adalah sepupu jauhnya dari garis kakek buyutnya. Ia pun mengaku heran dengan tudingan yang menyebut bahwa foto pada ijazahnya bukan wajahnya melainkan sepupunya.
Sebab, saat ia menyelesaikan pendidikan, Dumatno baru berusia sekitar delapan tahun sehingga sangat tidak logis jika fotonya ada di ijazahnya.
Baca Juga: Pengamat Sebut Dugaan Penyadapan Ponsel Prabowo Bisa Picu Keretakan Politik dengan Jokowi
"Dumatno Budi Utomo ini adalah sepupu jauh saya, satu kakek buyut. Dia lahir tahun 1977. Artinya, pada saat saya lulus (1985), dia masih berumur 8 tahun," jelas Jokowi.
Menurut Jokowi hal tersebut tidak masuk akal. Ia pun mempertanyakan logika dibalik tudingan tersebut.
"Pertanyaannya, untuk apa ijazah yang saya peroleh kemudian saya ganti fotonya dengan foto Dumatno? Mestinya kebalik. Mestinya Dumatno lulus apa, saya pasangi foto saya. Dan sekali lagi, saat itu umurnya baru 8 tahun, Yang Mulia," tuturnya.
Selain itu, dalam persidangan Jokowi juga mengaku bahwa saat berfoto untuk ijazah tersebut dirinya memang berkumis dan menggunakan kacamata.
"Berkumis dan menggunakan kacamata, Yang Mulia," katanya.
