POSKOTA.CO.ID - Sosok pemilik PT Djarum saat ini menjadi sorotan publik setelah kantor utama salah satu perusahaan raksasa di Indonesia tersebut digeledah oleh KPK.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diketahui menggeledah kantor PT Djarum di Kudus, Jawa Tengah pada Rabu, 28 Oktober 2026.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo mengungkapkan penggeledahan tersebut berkaitan dengan dugaan suap pita cukai rokok yang juga menyeret Bea Cukai Kudus.
Baca Juga: Kenapa KPK Geledah Kantor PT Djarum dan Bea Cukai Kudus? Ini Kasusnya
Lebih lanjut, Budi mengungkapkan bahwa penggeledahan tersebut merupakan pengembangan dari penyidikan perkara terkait dugaan korupsi di lingkungan Bea dan Cukai pada Februari 2026 lalu.
"KPK melakukan pengembangan penyidikan perkara terkait Bea dan Cukai, dengan menerbitkan sprindik baru per Oktober 2026. Selain itu, tim juga melakukan penggeledahan di kantor PT Djarum," kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo pada Rabu, 28 Oktober 2026.
Budi mengatakan penyidik juga akan mendalam dugaan kickback atau pemberian yang dilakukan PT Djarum kepada oknum-oknum Bea cukai dari pengurusan pita cukai serta modus-modus lainnya.
Baca Juga: 20 Korporasi jadi Tersangka Karhutla, 4 Perusahaan Terafiliasi Modal Asing
"Semuanya masih didalami. Yang pertama karena ini memang masih di tahap awal, yang kedua apakah ini kemudian nanti ada kickback ataupun dugaan pemberian yang dilakukan oleh PT Djarum kepada oknum-oknum di Bea dan Cukai berkaitan dengan pita cukai ya, yang digunakan untuk ditempel di setiap bungkus rokok, atau kemudian ada modus-modus lainnya," ungkapnya.
Ditengah bergulirnya kasus dugaan suap yang menyeret PT Djarum dan Bea Cukai, publik dibuat penasaran dengan sosok pemilik perusahaan raksasa itu.
Siapa Pemilik PT Djarum Saat Ini?
PT Djarum diketahui merupakan perusahaan produsen rokok di Indonesia yang didirikan oleh Oei Wie Gwan, ayah dari Hartono bersaudara, yakni Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono pada 21 April 1951 di Kudus, Jawa Tengah.
