Gangguan Teknis TKA 2026, Fahira Idris Apresiasi Langkah Cepat Kemendikdasmen Jadwalkan Ujian Susulan

Kamis 29 Okt 2026, 21:11 WIB
Anggota DPD RI, Fahira Idris. (Sumber: Istimewa)
Anggota DPD RI, Fahira Idris. (Sumber: Istimewa)

“Jangan sampai ada siswa yang sudah mengalami kendala teknis, kemudian menghadapi kesulitan lagi karena persoalan pendataan. Sekolah dan penyelenggara perlu memastikan setiap laporan diperiksa dan memperoleh tindak lanjut yang jelas,” tegas Senator asal Jakarta tersebut.

Selain penanganan data, Fahira menggarisbawahi pentingnya pengujian ulang terhadap kapasitas server dan stabilitas jaringan internet sebelum sesi ujian dimulai pada Jumat pagi.

Kesiapan perangkat keras, jaringan, serta skenario mitigasi darurat di tingkat sekolah harus dipastikan matang untuk mencegah terjadinya kendala teknis berulang.

Baca Juga: Hadiri Open House Sekolah Rakyat, Fahira Idris Dorong Pendidikan Berasrama yang Humanis

“Ujian ulang harus menjadi kesempatan yang memberikan ketenangan kepada siswa. Karena itu, kesiapan teknis perlu diperiksa secara menyeluruh agar gangguan serupa dapat dicegah dan peserta bisa lebih fokus mengerjakan soal,” tambahnya.

Seluruh rangkaian kendala ini juga diharapkan menjadi bahan evaluasi total bagi Kemendikdasmen. Analisis mendalam mengenai sebaran wilayah terdampak dan kecepatan respons teknis sangat diperlukan guna memperkuat keandalan sistem TKA pada gelombang berikutnya maupun di masa mendatang.

“Keadilan asesmen bukan berarti seluruh siswa harus mengulang, tetapi memastikan siswa yang mengalami gangguan memperoleh kesempatan yang setara dan hasilnya dinilai secara objektif. Evaluasi ini penting agar persoalan teknis serupa tidak terus berulang,” kata Fahira.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para guru, proktor, dan pengawas yang mendampingi siswa di sekolah.

Baca Juga: Kuota dan Anggaran KIP Kuliah 2027 Tembus Rp66,4 Triliun, Fahira Idris Layangkan 6 Catatan untuk Mendiktisaintek

Fahira berharap koordinasi lintas instansi terus diperkuat agar pelaksanaan ujian susulan berjalan tertib tanpa menambah beban psikologis peserta didik.

“Anak-anak sudah mempersiapkan diri dengan belajar dan berusaha sebaik mungkin. Tugas kita adalah memastikan sistem asesmen memberikan kesempatan yang adil, dapat diandalkan, dan tidak merugikan mereka karena persoalan teknis,” pungkas Fahira.


Berita Terkait


News Update