JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - PT PLN (Persero) menegaskan komitmennya untuk terus menjadi penggerak kemandirian bangsa dan pemerataan pembangunan melalui penyediaan energi yang berkeadilan.
Mengusung tema besar "Energi untuk Semua, Kemandirian bagi Indonesia", momentum Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81 menjadi refleksi perjalanan panjang kelistrikan nasional sekaligus penegasan arah masa depan PLN dalam menghadirkan energi yang andal, hijau, dan berdaya jangkau luas bagi seluruh rakyat Indonesia.
Kini, di tengah dinamika pertumbuhan nasional dan tuntutan keberlanjutan global, PLN tidak hanya berfokus pada keandalan pasokan energi, melainkan memimpin akselerasi transisi energi, digitalisasi sistem kelistrikan terintegrasi, serta inovasi teknologi masa depan demi kedaulatan energi nasional.
“Arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto mengenai ketahanan energi dan percepatan energi bersih, transisi energi adalah tanggung jawab kita. Program 100 gigawatt peak (GWp) pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) harus kita laksanakan. Seluruh pekerjaan yang ada di Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) harus kita tuntaskan. Bersama dengan Kementerian ESDM dan Danantara Indonesia, PLN harus menerjemahkan arah tersebut ke dalam perencanaan, investasi, dan pelaksanaan yang dapat dipertanggungjawabkan,” kata Direktur Utama PLN, Suroso Isnandar saat Upacara Peringatan Hari Listrik Nasional 2026, di Kantor Pusat PLN, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Baca Juga: Mau Pindah ke Luar Negeri? Ini Syarat Urus SKPLN di Disdukcapil
Di tengah perjalanan panjang PLN melayani kebutuhan listrik masyarakat, satu hal yang tidak pernah berubah yaitu setiap gangguan yang terjadi harus segera ditangani.
Suroso menjelaskan, peran listrik terus berkembang melampaui fungsi sebagai komoditas semata. Selama lebih dari delapan dekade, listrik telah menjadi enabler bagi kehidupan dan pembangunan, menyentuh langsung aspek sosial dan roda perekonomian rakyat.
“Hasil kerja PLN terlihat pada lampu-lampu yang terus menemani anak-anak masa depan bangsa ini belajar, usaha kecil yang terus berputar melayani pembeli, industri yang berkembang pesat, ekonomi yang tumbuh baik setiap rumah yang selalu tenang dengan listrik yang terus menyala. Di sanalah pengabdian menemukan artinya,” ujarnya.
