Kopi Pagi: Kemandirian Parpol Mendesak

Kamis 15 Jan 2026, 09:46 WIB
Kopi Pagi Harmoko. (Sumber: Poskota)

Kopi Pagi Harmoko. (Sumber: Poskota)

POSKOTA.CO.ID - “Kita tentu mendorong kemajuan parpol guna membangun kehidupan demokrasi yang lebih sehat. Tapi, kemajuan tanpa kemandirian akan mengarah kepada kelemahan dan ketergantungan. Sebaliknya, kemandirian tanpa kemajuan akan mengarah kepada ketertinggalan," kata Harmoko.

Tiga tahun lalu, tepatnya 5 Januari 2023, saya pernah mengulas perlunya penguatan lembaga parpol menyongsong gelaran pemilu 2024. Ada atau tidak ada perubahan sistem pemilu, penguatan lembaga parpol menjadi kebutuhan mendesak untuk kian memperkuat legalitas demokrasi yang berkedaulatan rakyat.

Tanpa penguatan lembaga parpol, apapun sistem pemilihan akan diwarnai tarik menarik kepentingan yang tak hanya merugikan parpol dan rakyat.

Kita tentu sependapat penguatan parpol harus dimulai dari akar rumput. Pembentukan kader berkualitas dan berintegritas harus pula dimulai dari level ini, begitu juga pemilih loyalitas.

Baca Juga: Kopi Pagi: Mengajar dengan Cinta

Di sinilah pentingnya rekrutmen keanggotaan dan kaderisasi mulai dari level terendah. Pada level inilah, kader dapat membangun komunikasi politik sambung rasa dengan masyarakat untuk memahami problematik masyarakat, lebih mencermati kebutuhan riil masyarakat, sekaligus problem solvingnya.

Satu hal yang wajib ditorehkan kader adalah karya nyata untuk kemajuan masyarakat sekitar. Ini bukan karena menjelang pemilihan, tetapi terus menerus. Hindari banyak bicara tanpa karya nyata. Ingat! Satu aksi lebih baik daripada sejuta kata.

Itulah yang disebut partai kader, berbuat sepanjang masa, bukan karena akan ada pemilu. Kinerja kader akan diuji masyarakat. Kelembagaan parpol pun dengan mudah dapat mengevaluasi, kader mana yang dicintai dan tidak dicintai rakyat.

Kader mana yang layak mewakili rakyat dan maju sebagai calon kepala daerah. Merit system berjalan karena bukan kader ujug-ujug yang tampil ke publik mencalonkan diri sebagai wakil rakyat, calon gubernur, bupati maupun wali kota, hanya karena memiliki koneksi dan segudang fasilitas, bukan prestasi, kredibilitas dan integritas.

Baca Juga: Kopi Pagi: Sehat Mental dan Sosial

Padahal wakil rakyat dan pejabat harus dekat dengan rakyat, dapat merasakan denyut nadi masyarakat. Tahu apa yang kau mau. Memberi tanpa perlu diminta. Bukan memberi setelah didemo massa.


Berita Terkait


undefined
Kopi Pagi

Kopi Pagi: Sehat Mental dan Sosial

Kamis 13 Nov 2025, 06:02 WIB
undefined
Kopi Pagi

Kopi Pagi: Mengajar dengan Cinta

Senin 24 Nov 2025, 06:07 WIB

News Update