Jenis kanker ini termasuk salah satu bentuk kanker paru-paru yang paling umum dan berasal dari sel-sel kelenjar, termasuk sel yang menghasilkan lendir di jaringan paru-paru.
Menurut laporan AP, diagnosis tersebut dikonfirmasi setelah Paus menjalani operasi pengangkatan lobus bawah paru-paru kanan di Rumah Sakit Gemelli, Roma.
Pemeriksaan sebelum operasi sebelumnya telah menunjukkan adanya dugaan kanker pada bagian paru-parunya.
Adenokarsinoma paru-paru dapat ditemukan pada perokok maupun orang yang tidak merokok.
Namun, karakteristik dan perkembangan penyakit pada setiap pasien dapat berbeda, sehingga penentuan penanganannya perlu mempertimbangkan hasil pemeriksaan medis secara menyeluruh.
Dalam kasus Paus Leo XIV, informasi yang telah disampaikan secara terbuka adalah jenis kanker yang terdiagnosis dan tindakan operasi yang telah dilakukan.
Hingga 14 Oktober 2026, Vatikan juga belum mengumumkan secara resmi stadium kanker paru-paru yang dialami Paus Leo XIV.
Kepastian stadium diperlukan untuk mengetahui sejauh mana penyakit berkembang dan menentukan pilihan pengobatan yang sesuai.
Dalam penanganan kanker paru-paru, dokter umumnya mempertimbangkan ukuran tumor, lokasi penyakit, keterlibatan kelenjar getah bening, serta kemungkinan penyebaran ke bagian tubuh lainnya.
Hasil pemeriksaan tersebut membantu tim medis menentukan stadium kanker.
Sebagai informasi, Paus Leo XIV memiliki nama lahir Robert Francis Prevost dan berasal dari Amerika Serikat.
Ia terpilih sebagai pemimpin Gereja Katolik pada Mei 2025 dan dikenal pernah menjalankan tugas pelayanan gereja di Peru.
