CIANJUR, POSKOTA.CO.ID - Kekeringan akibat cuaca panas berkepanjangan menjadi persoalan serius bagi masyarakat Desa Sukamaju, Kecamatan Cijati, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat (Jabar). Kondisi tersebut menyebabkan lahan persawahan dan ladang milik petani kesulitan mendapatkan pasokan air sehingga tidak produktif.
Persoalan itu menjadi salah sebuah perhatian anggota DPRD Jabar, Abdul Karim saat melaksanakan kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan di Desa Sukamaju, Sabtu, 3 Oktober 2026.
Dalam kegiatan tersebut, politisi Partai Gerindra ini menampung aspirasi masyarakat yang mengharapkan pembangunan embung sebagai sarana penampungan air untuk mendukung kegiatan pertanian. Fasilitas tersebut dinilai penting mengingat sebagian besar penduduk Desa Sukamaju menggantungkan kehidupan ekonomi mereka pada sektor pertanian.
Abdul Karim menerima masukan warga terkait kebutuhan infrastruktur pengairan yang dapat membantu petani menghadapi kondisi kekeringan. Ketersediaan air menjadi faktor penting untuk menjaga produktivitas lahan sekaligus menopang pendapatan masyarakat desa.
Baca Juga: Anggota DPRD Jabar Abdul Karim Pantau Pembangunan Jalan Cianjur, Anggaran Terserap Rp86,4 Miliar
Selain pembangunan embung, Pemerintah Desa Sukamaju juga mengusulkan pembangunan jaringan irigasi tersier. Infrastruktur ini diharapkan mampu menyalurkan air secara lebih efektif ke lahan pertanian sehingga aktivitas bercocok tanam dapat berlangsung lebih optimal.
Menurut warga, pembangunan sarana pengairan tersebut sangat dibutuhkan untuk menjaga keberlangsungan perekonomian masyarakat, terutama ketika cuaca panas menyebabkan sumber air semakin terbatas.
Kesulitan Air Bersih
Selain persoalan pertanian, masyarakat Desa Sukamaju juga menghadapi keterbatasan akses air bersih. Hingga saat ini, sebagian warga harus mendatangi masjid-masjid yang memiliki sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
Kondisi tersebut mendorong warga berharap adanya pembangunan sumur bor yang dapat dimanfaatkan secara bersama-sama. Mereka juga meminta Abdul Karim membantu memfasilitasi akses bantuan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).
Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung pembangunan sumur bor sehingga masyarakat memiliki sumber air bersih yang lebih mudah dijangkau, tanpa harus bergantung pada fasilitas sumur bor di masjid.
