Anggota DPRD Jabar Abdul Karim Tekankan Peran Pesantren Bentuk Generasi Berakhlak dan Berilmu

Minggu 13 Sep 2026, 18:47 WIB
Anggota DPRD Jabar, Abdul Karim saat kegiatan DPRD Mengabdi lewat Pendidikan Demokrasi di Ponpes Al-Uzlah, Desa Ciherang, Kabupaten Cianjur, Minggu, 13 Oktober 2026. (Sumber: Dok. Istimewa)
Anggota DPRD Jabar, Abdul Karim saat kegiatan DPRD Mengabdi lewat Pendidikan Demokrasi di Ponpes Al-Uzlah, Desa Ciherang, Kabupaten Cianjur, Minggu, 13 Oktober 2026. (Sumber: Dok. Istimewa)

CIANJUR, POSKOTA.CO.ID - Anggota DPRD Jawa Barat, Abdul Karim menekankan pentingnya peran santri dalam menjaga nilai-nilai keagamaan sekaligus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menghadapi perkembangan zaman.

Hal tersebut disampaikan Abdul Karim dalam kegiatan DPRD Mengabdi melalui Pendidikan Demokrasi di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Uzlah, Desa Ciherang, Kabupaten Cianjur, Minggu, 13 Oktober 2026. Kegiatan tersebut mengusung tema “Santri Modern Penjaga Ilmu Pengetahuan”.

Menurutnya, santri modern merupakan generasi yang mampu memadukan pendalaman ilmu agama Islam dengan penguasaan sains, teknologi, serta wawasan sosial dan kebangsaan. Perpaduan tersebut penting agar santri memiliki akhlak yang baik sekaligus wawasan luas untuk berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat.

“Santri tidak hanya dituntut memahami ilmu agama, tetapi juga perlu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan begitu, santri dapat mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai agama dan akhlak yang menjadi landasan kehidupannya,” demikian pesan yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.

Baca Juga: Anggota DPRD Jabar Abdul Karim Pantau Pembangunan Jalan Cianjur, Anggaran Terserap Rp86,4 Miliar

Politisi Partai Gerindra ini juga menilai pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Selain menjadi tempat memperdalam ilmu agama, pesantren dapat menjadi ruang bagi santri untuk mengembangkan kemampuan intelektual, keterampilan, dan kepedulian terhadap persoalan sosial.

Dalam konteks tersebut, santri modern memiliki tanggung jawab menjaga tradisi keilmuan Islam, termasuk warisan pemikiran ulama, akhlak mulia, dan integritas moral. Nilai-nilai tersebut perlu dipertahankan sebagai fondasi dalam menyikapi perubahan sosial yang semakin dinamis.

Di sisi lain, santri juga diharapkan terbuka terhadap pembaruan. Kemajuan teknologi digital dan berbagai inovasi dapat dimanfaatkan untuk memperluas pengetahuan, meningkatkan kualitas pendidikan, serta menyebarkan nilai-nilai kebaikan kepada masyarakat.

Keseimbangan antara dzikir dan fikir menjadi salah satu prinsip penting dalam membentuk karakter santri. Kecerdasan spiritual perlu berjalan beriringan dengan kemampuan intelektual dan kematangan emosional agar santri mampu menghadapi berbagai tantangan, termasuk dinamika global.

Baca Juga: Anggota DPRD Jabar Abdul Karim Serap Aspirasi Desa Sukasirna, Infrastruktur Jalan dan Irigasi jadi Prioritas

Legislator Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Cianjur itu berharap santri tidak hanya berperan dalam bidang pendidikan dan keagamaan, tetapi juga mampu berkontribusi dalam pengembangan ekonomi kreatif, teknologi informasi, serta pemberdayaan masyarakat dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).


Berita Terkait


News Update