Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut termasuk jenis gempa dangkal.
Ana mengatakan, gempa tersebut berkaitan dengan aktivitas sesar aktif di wilayah tersebut.
"Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif," kata Plt. Kepala BBMKG Wilayah II, Ana Oktavia Setiowati, dalam keterangan BMKG.
Sudah 42 Kali Gempa Sejak 16 September 2026
Gempa M 2,6 yang terjadi pada Kamis pagi bukan merupakan kejadian tunggal.
BMKG mencatat adanya rangkaian aktivitas gempa bumi di Kabupaten Bandung sejak Rabu, 16 September 2026.
Hingga Kamis pukul 05.30 WIB, jumlah kejadian gempa yang tercatat mencapai 42 kali.
"Sejak tanggal 16 September 2026 hingga tanggal 17 September pukul 05.30 WIB, tercatat sebanyak 42 kejadian gempa bumi," jelasnya.
Catatan tersebut menunjukkan adanya aktivitas seismik yang berlangsung dalam rentang waktu lebih dari satu hari.
BMKG terus memonitor aktivitas tersebut untuk mengetahui perkembangan dan karakteristik gempa yang terjadi.
BMKG juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang tidak berasal dari sumber resmi.
Informasi mengenai gempa, potensi gempa susulan, maupun perkembangan aktivitas seismik dapat berubah sesuai hasil pemantauan.
