JAKARTA, POSKOTA.CO.ID — Ketahanan pangan tercapai dapat dilihat dari ketersediaan pangan yang cukup, merata, terjangkau serta memenuhi kebutuhan pangan sebuah negara hingga perseorangan.
Guru Besar Agribisnis UIN Syarif Hidayatullah Prof Achmad Tjachja Nugraha menyebutkan ketahanan pangan harus ditempakan sebagai bagian strategis dalam memperkuat kedaulatan dan ketahanan nasional Indonesia.
Hal tersebut disampaikan, dalam forum bertajuk “Ketahanan Pangan Menuju Indonesia Maju” dengan perspektif Pasal 33 UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 di Kompleks DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu, 9 September 2026.
“Pangan bukan sekadar komoditas ekonomi, prasyarat mutlak ketahanan nasional,” ucap Achmad.
Ia menjelaskan, ketidakmampuan suatu negara membangun kemandirian pangan dapat menjadi kerentanan serius bagi kedaulatan.
Baca Juga: Kopi Pagi: Perkuat Ketahanan Pangan Lokal
Kondisi itu semakin penting diperhatikan di tengah gejolak geopolitik global, perubahan iklim, dan disrupsi rantai pasok internasional.
“Kerapuhan pangan adalah titik lemah kedaulatan bangsa,” tegasnya dalam materi yang dipaparkan pada simposium tersebut.
Pilar Utama Membangun Ketahanan Pangan
Dalam paparannya, Ketua Umum Perhimpunan Insinyur dan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI) itu merinci empat pilar utama yang wajib dibangun secara berkesinambungan:
- Ketersediaan (Availability)
- Akses (Access)
- Pemanfaatan (Utilization)
- Stabilitas (Stability)
Baca Juga: Lewat Tradisi Seren Taun, Warga di Lebak Jaga Ketahanan Pangan
Menyuplai kebutuhan pangan bagi lebih dari 280 juta jiwa di negara kepulauan dengan variasi ekologi yang beragam bukanlah perkara mudah.
Oleh karena itu, capaian ketahanan pangan tidak bisa hanya mengandalkan rata-rata angka nasional.
"Keberhasilan ketahanan pangan perlu diukur secara mendalam hingga ke tingkat kabupaten, kota, bahkan rumah tangga di setiap wilayah," ujarnya.
Kendati begitu, untuk menjawab tantangan distribusi antar-pulau, ia mendorong peningkatkan konektivitas logistik pangan melalui beberapa langkah kongkret, yaitu:
Baca Juga: Anggota DPRD Jabar Abdul Karim Sebut Masyarakat Kunci Keberhasilan Ketahanan Pangan
- Digitalisasi neraca pangan serta pemetaan wilayah surplus dan defisit secara real-time.
- Modernisasi infrastruktur, termasuk penyediaan pergudangan modern dan rantai pendingin (cold chain) untuk menjaga mutu hasil tani.
- Perlindungan lahan produktif agar fungsi alih lahan pertanian dapat ditekan.
Lebih lanjut, sektor pangan juga harus diintegrasikan dengan agenda strategis nasional seperti hilirisasi pertanian, swasembada energi, hingga Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Integrasi ini berpotensi besar menyerap hasil produksi petani dan nelayan lokal sebagai rantai pasok utama.
“Pada akhirnya, ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memproduksi dan menyediakan pangan. Sistem pangan yang mandiri dan berkelanjutan dinilai menjadi salah satu fondasi untuk memperkuat ketahanan nasional sekaligus kedaulatan bangsa,” pungkasnya.
