Oleh karena itu, capaian ketahanan pangan tidak bisa hanya mengandalkan rata-rata angka nasional.
"Keberhasilan ketahanan pangan perlu diukur secara mendalam hingga ke tingkat kabupaten, kota, bahkan rumah tangga di setiap wilayah," ujarnya.
Kendati begitu, untuk menjawab tantangan distribusi antar-pulau, ia mendorong peningkatkan konektivitas logistik pangan melalui beberapa langkah kongkret, yaitu:
Baca Juga: Anggota DPRD Jabar Abdul Karim Sebut Masyarakat Kunci Keberhasilan Ketahanan Pangan
- Digitalisasi neraca pangan serta pemetaan wilayah surplus dan defisit secara real-time.
- Modernisasi infrastruktur, termasuk penyediaan pergudangan modern dan rantai pendingin (cold chain) untuk menjaga mutu hasil tani.
- Perlindungan lahan produktif agar fungsi alih lahan pertanian dapat ditekan.
Lebih lanjut, sektor pangan juga harus diintegrasikan dengan agenda strategis nasional seperti hilirisasi pertanian, swasembada energi, hingga Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Integrasi ini berpotensi besar menyerap hasil produksi petani dan nelayan lokal sebagai rantai pasok utama.
“Pada akhirnya, ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memproduksi dan menyediakan pangan. Sistem pangan yang mandiri dan berkelanjutan dinilai menjadi salah satu fondasi untuk memperkuat ketahanan nasional sekaligus kedaulatan bangsa,” pungkasnya.
