Lapas Salemba Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Budidaya Ayam Petelur

Jumat 26 Jun 2026, 07:50 WIB
Budidaya ayam petelur menjadi program pembinaan kemandirian warga binaan di Lapas Kelas IIA Salemba, Jakarta Pusat. (Sumber: Istimewa)
Budidaya ayam petelur menjadi program pembinaan kemandirian warga binaan di Lapas Kelas IIA Salemba, Jakarta Pusat. (Sumber: Istimewa)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) DK Jakarta, Wachid Wibowo, melakukan panen telur ayam hasil program pembinaan kemandirian warga binaan di Lapas Kelas IIA Salemba, Kamis (25/6/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Lapas Kelas IIA Salemba Amico Balalembang, Kepala Seksi Kegiatan Kerja Puspo Widodo, serta Kepala Subseksi Bimbingan Kerja Galih Ihza.

Panen telur tersebut menjadi bukti nyata keberhasilan program budidaya ayam petelur yang dijalankan sebagai bagian dari pembinaan keterampilan bagi warga binaan. Saat ini, Lapas Salemba mengelola sekitar 300 ekor ayam petelur dengan tingkat produktivitas mencapai 50 persen.

Program tersebut tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan beternak yang diharapkan dapat menjadi modal usaha setelah mereka kembali ke tengah masyarakat.

Baca Juga: BNI Rancang Dashboard DHE SDA, Bantu Eksportir Pantau Dana Ekspor secara Digital

Budidaya ayam petelur di Lapas Salemba merupakan implementasi Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan serta tindak lanjut arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan dalam memperkuat ketahanan pangan dan mengoptimalkan pembinaan kemandirian di lingkungan pemasyarakatan.

Dalam kesempatan itu, Wachid Wibowo memberikan apresiasi atas inovasi yang dilakukan jajaran Lapas Kelas IIA Salemba dalam menghadirkan program pembinaan yang produktif dan berkelanjutan.

"Saya mengapresiasi jajaran Lapas Kelas IIA Salemba yang terus berinovasi dalam mengembangkan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Kegiatan peternakan ayam petelur ini merupakan contoh nyata pembinaan yang produktif, tidak hanya mendukung program ketahanan pangan, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan yang bermanfaat sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat. Saya berharap program seperti ini dapat terus ditingkatkan dan menjadi motivasi bagi seluruh satuan kerja pemasyarakatan untuk menghadirkan pembinaan yang berdampak dan berkelanjutan," ujar Wachid.

Baca Juga: Peserta BPJS Keluhkan Pelayanan Klinik di Ciracas, Manajemen Janji Evaluasi

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Salemba, Amico Balalembang, menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan berbagai program pembinaan yang mampu memberikan manfaat nyata bagi warga binaan.

Menurut Amico, program peternakan ayam petelur akan terus dioptimalkan sebagai sarana pembelajaran dan pemberdayaan warga binaan, sekaligus mendukung program ketahanan pangan yang menjadi prioritas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.


News Update