Apakah Keracunan Makanan Bisa Menyebabkan Hilang Ingatan? Ini Penjelasan Medisnya

Rabu 09 Sep 2026, 21:23 WIB
Ilustrasi keracunan makanan (Sumber: WIkimedia Commons)
Ilustrasi keracunan makanan (Sumber: WIkimedia Commons)

POSKOTA.CO.ID - Pertanyaan apakah keracunan makanan bisa menyebabkan hilang ingatan kembali muncul setelah kondisi Febiola Br Purba, siswi 16 tahun asal Kabupaten Karo, Sumatera Utara, menjadi perhatian publik.

Febiola disebut mengalami gangguan ingatan setelah sebelumnya menjadi salah satu korban dugaan keracunan yang berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 13 Agustus 2026. Menurut keluarga, perubahan kondisinya cukup drastis. Ia bahkan disebut sempat tidak mengenali teman, guru, hingga anggota keluarganya.

Ayah Febiola, Icuk Sugiarto Purba, mengatakan anaknya telah menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit, mulai dari RS Kabanjahe, RS Efarina Etaham, RS Haji Medan, RSUP Haji Adam Malik hingga RS Amanda.

“Ya semuanya dia lupa. Contohnya, teman-teman sekelasnya dia lupa,” kata Icuk.

Namun, istilah “hilang ingatan 70 persen” yang beredar perlu ditempatkan secara hati-hati. Angka tersebut berasal dari keterangan keluarga dan pemberitaan, bukan diagnosis medis formal yang menyatakan pasien mengalami amnesia sebesar 70 persen.

Baca Juga: El Nino Menguat Cepat, Ilmuwan Waspadai Potensi Super El Nino

Kondisi Febiola Masih Menunggu Hasil Pemeriksaan

Pada 7 September 2026, Febiola kembali menjalani pemeriksaan di RSUP Haji Adam Malik Medan. Ia mendapat evaluasi di Poli Psikiatri dan Neurologi Anak, termasuk pemeriksaan electroencephalography (EEG). Pihak KPPG Medan menyebut hasil pemeriksaan dokter masih ditunggu.

Kondisi ini penting karena gangguan ingatan setelah dugaan keracunan tidak otomatis membuktikan bahwa makanan menjadi penyebab langsungnya. Dokter perlu melihat rangkaian gejala, kondisi saraf, kemungkinan infeksi, gangguan metabolik, paparan toksin, hingga faktor lain yang dapat memengaruhi fungsi otak.

Kasus keracunan di Karo sendiri sebelumnya menunjukkan adanya kontaminasi pada sejumlah sampel makanan. Namun, temuan bakteri pada makanan juga belum cukup untuk menjelaskan penyebab gangguan ingatan yang dialami Febiola.

Apakah Keracunan Makanan Memang Bisa Memengaruhi Ingatan?

Pada sebagian besar kasus, keracunan makanan lebih dikenal menyebabkan keluhan seperti mual, muntah, diare, sakit perut dan lemas. Gangguan saraf bukanlah gambaran yang paling umum.

Meski begitu, kondisi tertentu dapat melibatkan sistem saraf. Muntah dan diare berat, misalnya, dapat menyebabkan dehidrasi serta gangguan elektrolit. Dalam kondisi serius, keadaan tersebut dapat mengganggu fungsi otak dan memicu kebingungan atau kejang.


Berita Terkait


News Update