Ketahanan Pangan Disebut jadi Kunci Kedaulatan Bangsa, Guru Besar UIN: 4 Pilar Utama Wajib Dibangun

Rabu 09 Sep 2026, 20:51 WIB
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Prof Achmad Tjachja Nugraha (kanan). (Sumber: Istimewa)
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Prof Achmad Tjachja Nugraha (kanan). (Sumber: Istimewa)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID — Ketahanan pangan tercapai dapat dilihat dari ketersediaan pangan yang cukup, merata, terjangkau serta memenuhi kebutuhan pangan sebuah negara hingga perseorangan.

Guru Besar Agribisnis UIN Syarif Hidayatullah Prof Achmad Tjachja Nugraha menyebutkan ketahanan pangan harus ditempakan sebagai bagian strategis dalam memperkuat kedaulatan dan ketahanan nasional Indonesia.

Hal tersebut disampaikan, dalam forum bertajuk “Ketahanan Pangan Menuju Indonesia Maju” dengan perspektif Pasal 33 UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 di Kompleks DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu, 9 September 2026.

“Pangan bukan sekadar komoditas ekonomi, prasyarat mutlak ketahanan nasional,” ucap Achmad.

Ia menjelaskan, ketidakmampuan suatu negara membangun kemandirian pangan dapat menjadi kerentanan serius bagi kedaulatan.

Baca Juga: Kopi Pagi: Perkuat Ketahanan Pangan Lokal

Kondisi itu semakin penting diperhatikan di tengah gejolak geopolitik global, perubahan iklim, dan disrupsi rantai pasok internasional.

“Kerapuhan pangan adalah titik lemah kedaulatan bangsa,” tegasnya dalam materi yang dipaparkan pada simposium tersebut.

Pilar Utama Membangun Ketahanan Pangan

Dalam paparannya, Ketua Umum Perhimpunan Insinyur dan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI) itu merinci empat pilar utama yang wajib dibangun secara berkesinambungan:

  • Ketersediaan (Availability)
  • Akses (Access)
  • Pemanfaatan (Utilization)
  • Stabilitas (Stability)

Baca Juga: Lewat Tradisi Seren Taun, Warga di Lebak Jaga Ketahanan Pangan

Menyuplai kebutuhan pangan bagi lebih dari 280 juta jiwa di negara kepulauan dengan variasi ekologi yang beragam bukanlah perkara mudah.


Berita Terkait


News Update