Dampak Paparan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Dokter Sebut Bisa Muncul hingga 14 Hari Lebih

Senin 07 Sep 2026, 14:18 WIB
Ilustrasi dampak paparan abu vulkanik akibat eruspsi Gunung Anak Krakatau. (Sumber: Magnific/Rawpixel)
Ilustrasi dampak paparan abu vulkanik akibat eruspsi Gunung Anak Krakatau. (Sumber: Magnific/Rawpixel)

"Setelah sampai rumah, langsung ganti dan cuci pakaian, kemudian mandi sampai bersih agar debu tidak menempel di tubuh," ucap Ngabila.

Kemudian untuk menjaga kondisi tubuh, kata Ngabila, masyarakat juga dianjurkan mencukupi kebutuhan cairan dengan minum air putih sekitar 3-4 liter per hari.

Jika mengalami iritasi mata, penggunaan tetes mata steril dapat dilakukan, sementara pelembap kulit dapat digunakan untuk mengurangi dampak paparan abu pada kulit.

Selain itu, Ngabila juga mengingatkan pentingnya mengonsumsi makanan bergizi tinggi protein selama kondisi paparan abu vulkanik.

Di lingkungan rumah, debu yang menempel sebaiknya dibersihkan menggunakan air dan tidak langsung disapu agar partikel abu tidak kembali beterbangan.

"Kalau membersihkan debu, sebaiknya disiram dengan air dan jangan disapu karena debu akan terbang kembali," tutur Ngabila.

Selain itu, pintu dan jendela rumah sebaiknya ditutup untuk mengurangi masuknya abu vulkanik. Penggunaan pendingin ruangan, air purifier atau penyaring udara dengan teknologi HEPA juga dapat membantu menjaga kualitas udara di dalam rumah, dengan catatan perangkat tersebut dibersihkan secara rutin.

Masyarakat juga diminta segera berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami keluhan berat seperti sakit kepala atau diare hebat, iritasi mata dan kulit, serta sesak napas.

Konsultasi melalui layanan telemedicine dan pengantaran obat secara daring dapat menjadi pilihan, terutama bagi kelompok berisiko tinggi seperti bayi, balita, lansia, ibu hamil, dan masyarakat dengan penyakit penyerta.

"Untuk mencegah komplikasi, segera konsultasi ke dokter jika mengalami sakit kepala atau diare hebat, iritasi mata atau kulit, maupun sesak napas," jelas Ngabila.


Berita Terkait


News Update