POSKOTA.CO.ID - Paparan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau menyimpan bahaya serius bagi kesehatan, mulai dari iritasi ringan hingga gangguan organ dalam. Dampak paparan ini dapat muncul secara singkat (akut) maupun berkembang dalam jangka panjang (kronis).
Praktisi kesehatan masyarakat, dr. Ngabila Salama, mengingatkan pentingnya kewaspadaan masyarakat, terutama saat beraktivitas di luar rumah.
"Dampak akut bisa hitungan jam sampai tujuh hari, sedangkan dampak kronis bisa tujuh sampai 14 hari atau lebih," ujar Ngabila dalam keterangannya, Senin, 7 September 2026.
Baca Juga: Antisipasi ISPA Akibat Abu Vulkanik Krakatau, Polres Metro Depok Sebar 1.000 Masker di Margonda
Dampak Abu Vulkanik dan Penanganannya
Menurut Ngabila, paparan abu vulkanik dalam jangka pendek atau akut dapat menyebabkan iritasi mata dan kulit, sakit kepala, diare, batuk, pilek, bersin, sakit tenggorokan hingga sesak napas. Paparan tersebut juga dapat memicu kambuhnya asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
Sementara itu, kata Ngabila, paparan dalam jangka lebih panjang dapat memengaruhi sistem sirkulasi dan kondisi kesehatan lainnya.
Gangguan yang dapat muncul antara lain tekanan darah tinggi (hipertensi), penyakit jantung, gangguan hormon hingga masalah kesehatan mental.
"Untuk mencegah sakit, sebisa mungkin hindari aktivitas di luar ruangan. Kalau terpaksa keluar rumah, anak di atas tiga tahun bisa menggunakan masker KN95, KF94 atau N95," ucap Ngabila.
Ngabila menyarankan masker diganti secara berkala, yakni setiap empat hingga delapan jam atau ketika masker sudah basah.
Selain masker, masyarakat juga dianjurkan menggunakan kacamata hitam serta pakaian tertutup yang tetap nyaman ketika harus beraktivitas di luar ruangan.
