Ia meminta polisi menelusuri pihak yang diduga mengatur aksi tersebut, termasuk komunikasi dan aliran dana kelompok perusuh.
"IPW melihat adanya pihak ketiga atau aktor intelektual yang berupaya menciptakan kondisi tidak aman dengan membenturkan kelompok masyarakat sipil ini dengan aparat keamanan yang berjaga dan mengamankan demo serta bentrokan horizontal sesama kelompok masyarakat sipil," beber Sugeng.
IPW juga menyebut adanya informasi mengenai dugaan penggunaan obat keras jenis tramadol oleh sebagian anak muda yang diamankan. Selain itu, ditemukan lebih dari 30 senjata tajam dan golok, ketapel, airsoftgun, lebih dari 200 botol kaca serta 12 jeriken bensin yang menurut IPW perlu didalami penggunaannya.
Baca Juga: 45 Orang Ditetapkan Tersangka Pascakerusuhan Demo DPR, Polda Metro Jaya Dugaan Ada Eksploitasi Anak
Sugeng juga meminta polisi menyelidiki dugaan penyusupan sejak aksi siang hari, termasuk pengendara mobil yang menerobos gerbang belakang Gedung DPR RI dan diduga membawa senjata tajam.
Ia juga mendorong polisi mendalami percakapan di grup WhatsApp kelompok perusuh serta menyita alat komunikasi mereka.
"Apakah ada kelompok yang menggerakkan, bahkan mungkin mendukung dengan pengiriman dana melalui aplikasi-aplikasi penerimaan dana selain daripada perbankan," tutur Sugeng.
IPW juga mendorong Polri memperketat pengawasan peredaran obat keras ilegal, khususnya tramadol, melalui razia di berbagai daerah.
Menurut IPW, penyampaian pendapat merupakan bagian dari demokrasi sehingga kepolisian harus memastikan aksi masyarakat dan mahasiswa berlangsung aman tanpa disusupi kelompok perusuh.
Tidak hanya, itu Sugeng juga meminta Polda Metro Jaya mengusut kematian Bambang Setiawan yang diduga akibat kekerasan kelompok sipil. IPW juga mendorong pendalaman terhadap keberadaan ormas Grib di lokasi saat kejadian.
"Peristiwa ini harus diusut, termasuk keberadaan ormas Grib di lokasi pada malam hari juga harus diusut," tegas Sugeng.
Kemudian, Sugeng juga mencatat 42 anggota polisi mengalami luka, sementara satu warga sipil, Bambang Setiawan, meninggal dunia dan 13 lainnya terluka.
