POSKOTA.CO.ID - Kepala SPPG Kalitengah, Rafli Ridho turut disorot usai dugaan keracunan setelah konsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
Berdasarkan data sementara, sebanyak 566 pelajar dan santri diduga mengalami keracunan, pada peristiwa Selasa, 1 September 2026 itu.
Dari ratusan orang yang dilaporkan terdampak, sebanyak 88 orang disebut masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Peristiwa dugaan keracunan tersebut dilaporkan berdampak luas karena makanan dari SPPG Kalitengah didistribusikan ke sejumlah lembaga pendidikan di Kecamatan Tanggulangin.
Sebanyak 19 lembaga pendidikan disebut terdampak dalam kejadian tersebut.
Di antaranya adalah SDN Kalitengah 1, SDN Kalitengah 2, hingga Pondok Pesantren (Ponpes) Manba'ul Hikam yang berada di Desa Putat.
Ratusan penerima manfaat yang mengalami keluhan kesehatan kemudian mendapatkan penanganan medis.
Setelah insiden tersebut terjadi, BGN menghentikan sementara operasional SPPG Kalitengah, Tanggulangin, Sidoarjo.
Penghentian dilakukan sambil menunggu hasil investigasi dan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui faktor yang menyebabkan ratusan penerima manfaat mengalami keluhan kesehatan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari evaluasi terhadap proses penyediaan makanan MBG di SPPG Kalitengah.
Jika hasil laboratorium menemukan adanya pelanggaran ringan, maka SPPG Kalitengah akan mendapat suspend selama dua minggu sampai satu bulan.
Namun, jika ditemukan adanya pelanggaran berat, maka SPPG akan ditutup permanen.
Lantas, siapa sebenarnya Rafli Ridho yang menjabat sebagai Kepala SPPG Kalitengah? Berikut informasi selengkapnya.
Baca Juga: Sosok Pacar Baru Aura Kasih Siapa? Vicky Shu Beberkan Bukan dari Dunia Entertainment
Rafli Ridho Siapa?
Rafli Ridho diketahui merupakan Kepala SPPG Kalitengah, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur.
Adapun dapur SPPG yang dikelola Rafli Ridho, berada di depan Jalan Nasional Surabaya, Malang, kini sudah dinonaktifkan atau berhenti beroperasi imbas insiden tersebut.
Posisi Rafli sebagai Kepala SPPG membuat keterangannya turut menjadi perhatian dalam upaya mengungkap rangkaian peristiwa tersebut.
Ia kemudian memberikan penjelasan mengenai proses pengolahan makanan yang dilakukan oleh pihak SPPG Kalitengah.
Rafli sendiri telah menyampaikan permohonan maaf dan rasa penyesalannya secara terbuka.
Dalam keterangannya, Rafli mengungkapkan penyesalan atas kejadian tersebut.
"Mohon maaf ya, saya menyesal," kata Rafli.
Rafli membeberkan detail proses pengolahan hingga distribusi makanan yang dikelola oleh SPPG Kalitengah.
Menurut keterangannya, proses memasak dimulai sejak pukul 05.30 WIB dan makanan didistribusikan sekitar pukul 11.00 WIB.
Baca Juga: Kenapa Hak Asuh Anak Audi Marissa Diberikan Kepada Anthony Xie? Ini Alasannya
Dia menyebut makanan yang diolah memiliki batas waktu konsumsi sekitar empat jam.
Pada hari kejadian, SPPG Kalitengah mendistribusikan sejumlah menu makanan kepada para pelajar dan santri.
Menu MBG yang didistribusikan saat itu terdiri dari nasi putih, telur orak-arik, tempe bumbu Bali, tumis buncis dan baby corn, serta buah apel.
Rafli menegaskan bahwa prosedur pemeriksaan rasa dan kualitas makanan sebenarnya telah dijalankan sebelum disantap para siswa.
Menurutnya, terdapat mekanisme pemeriksaan atau penilaian terhadap makanan sebelum hidangan tersebut diberikan kepada penerima manfaat di sekolah.
"Di situ kan ada organoleptik (penguji atau penilai suatu produk). Jadi setiap ke sekolahan itu ada uji yang nantinya itu dicicipi oleh PIC pihak sekolah," jelas Rafli.
Dari komunikasi yang ia lakukan bersama pihak sekolah penerima, Rafli mendapat laporan awal bahwa kondisi hidangan dalam keadaan baik tanpa kejanggalan.
"Nah, setelah saya tanya, katanya aman, enggak ada masalah di makanan itu. Tapi kenapa kok keracunan, lah itu yang saya tidak tahu," tandasnya.
