POSKOTA.CO.ID - Forbes telah memperbarui daftar orang terkaya di dunia per September 2026.
Dalam pembaruan per 1 September 2026, Elon Musk masih menempati posisi teratas sebagai orang terkaya di dunia.
Kekayaan pendiri Tesla dan SpaceX tersebut tercatat mencapai US$891,9 miliar atau sekitar Rp16.054,2 triliun.
Angka tersebut menempatkan Musk dengan jarak kekayaan yang sangat lebar dari miliarder yang berada di posisi kedua.
Posisi kedua ditempati Larry Page, salah satu pendiri Google, dengan kekayaan sekitar US$277,2 miliar atau Rp4.989,6 triliun.
Dengan demikian, kekayaan Musk lebih dari tiga kali lipat dibandingkan kekayaan Page.
Lantas, siapa saja yang masuk dalam daftar 10 orang terkaya di dunia versi Forbes pada September 2026?
Berapa total kekayaan Elon Musk dan para miliarder lainnya jika dikonversikan ke rupiah? Simak daftar lengkapnya berikut ini.
Baca Juga: Persib Bandung Lolos ke ACL Two 2026/27 Usai Tekuk Manila Digger FC 1-0
Daftar Orang Terkaya di Dunia
Berikut daftar 10 orang terkaya di dunia berdasarkan data Forbes yang dicantumkan dalam naskah per 1 September 2026.
1. Elon Musk – US$891,9 Miliar
Elon Musk, 55 tahun, berada di posisi pertama dengan kekayaan mencapai US$891,9 miliar atau sekitar Rp16.054,2 triliun.
Sebagian besar kekayaan Musk berasal dari kepemilikannya di sejumlah perusahaan besar, terutama SpaceX dan Tesla.
SpaceX menjadi salah satu bagian penting dalam portofolio bisnis Musk, terutama setelah perusahaan tersebut melantai di bursa.
Musk memiliki sekitar 38 persen SpaceX, termasuk opsi. Ia juga memiliki hampir 11 persen saham Tesla, belum termasuk saham terbatas yang belum menjadi haknya dari penghargaan kinerja sebagai CEO pada 2018.
Jika seluruh saham tersebut diperoleh, kepemilikan Musk di Tesla dapat bertambah sekitar 8 persen sebelum pajak.
Selain Tesla dan SpaceX, Musk merupakan salah satu pendiri tujuh perusahaan. Beberapa di antaranya adalah perusahaan kecerdasan buatan xAI, The Boring Company, dan Neuralink.
SpaceX yang didirikan pada 2002 juga mengakuisisi xAI pada Februari. Kesepakatan tersebut membuat nilai gabungan kedua perusahaan mencapai US$1,25 triliun atau sekitar Rp22.500 triliun.
Sementara itu, The Boring Company bergerak di bidang pengembangan terowongan dan Neuralink mengembangkan teknologi implan otak.
2. Larry Page – US$277,2 Miliar
Larry Page menempati peringkat kedua dengan kekayaan US$277,2 miliar atau sekitar Rp4.989,6 triliun.
Page dikenal sebagai salah satu pendiri Google bersama Sergey Brin. Keduanya mendirikan Google pada 1998 ketika masih menjadi mahasiswa doktoral di Stanford.
Bersama Brin, Page menciptakan algoritma PageRank yang kemudian menjadi salah satu bagian penting dalam sistem mesin pencari Google.
Page pernah menjabat sebagai CEO Google hingga 2001. Posisi tersebut kemudian diisi Eric Schmidt.
Ia kembali menjadi CEO Google pada 2011 hingga 2015 sebelum kemudian memimpin perusahaan induk Google, Alphabet.
Pada 2019, Page mengundurkan diri dari posisi CEO Alphabet. Meski demikian, ia tetap menjadi anggota dewan dan pemegang saham pengendali.
3. Jeff Bezos – US$267,6 Miliar
Pendiri Amazon, Jeff Bezos, berada di posisi ketiga dengan kekayaan US$267,6 miliar atau sekitar Rp4.816,8 triliun.
Bezos mendirikan Amazon pada 1994 dari garasi rumahnya di Seattle. Perusahaan tersebut pada awalnya berfokus pada bisnis e-commerce sebelum berkembang menjadi salah satu perusahaan terbesar di dunia.
Pada 2021, Bezos mengundurkan diri dari jabatan CEO Amazon dan kemudian menjadi executive chairman. Ia masih memiliki sekitar 8 persen saham perusahaan.
Kekayaan Bezos tidak hanya berasal dari Amazon. Ia juga memiliki The Washington Post dan Blue Origin, perusahaan yang bergerak di bidang kedirgantaraan dan pengembangan roket.
Pada 2021, Bezos juga melakukan penerbangan ke luar angkasa menggunakan salah satu roket Blue Origin.
Di bidang filantropi, Bezos pada 2020 berkomitmen memberikan US$10 miliar atau sekitar Rp180 triliun hingga 2030 melalui Bezos Earth Fund.
Dana tersebut digunakan untuk mendukung berbagai upaya penanganan perubahan iklim. Hingga kini, sekitar US$2 miliar atau Rp36 triliun telah diberikan.
4. Sergey Brin – US$255,8 Miliar
Sergey Brin berada di urutan keempat dengan kekayaan mencapai US$255,8 miliar atau sekitar Rp4.604,4 triliun.
Brin mendirikan Google bersama Larry Page pada 1998 setelah keduanya bertemu di Stanford University ketika menempuh pendidikan lanjutan di bidang ilmu komputer.
Google kemudian melantai di bursa pada 2004. Pada 2015, perusahaan tersebut mulai menggunakan struktur Alphabet sebagai perusahaan induk.
Seperti Page, Brin mengundurkan diri dari posisi presiden Alphabet pada 2019. Namun, ia tetap menjadi anggota dewan dan pemegang saham pengendali.
Brin juga dikenal aktif dalam kegiatan filantropi. Ia telah menyumbangkan lebih dari US$2 miliar atau sekitar Rp36 triliun untuk penelitian Parkinson.
Kegiatan amal Brin turut mencakup penelitian penyakit sistem saraf pusat dan perubahan iklim.
5. Michael Dell – US$240,6 Miliar
Michael Dell menempati posisi kelima dengan kekayaan US$240,6 miliar atau sekitar Rp4.330,8 triliun.
Dell merupakan chairman sekaligus CEO Dell Technologies. Perusahaan tersebut terbentuk pada 2016 melalui merger senilai US$60 miliar atau sekitar Rp1.080 triliun antara Dell dan perusahaan penyimpanan komputer EMC.
Sebelumnya, Dell bersama perusahaan ekuitas swasta Silver Lake Partners membawa perusahaan tersebut menjadi perusahaan privat pada 2013.
Dell Technologies kemudian kembali ke pasar saham pada 2018 melalui restrukturisasi keuangan.
Sebagian kekayaan Dell juga berada dalam perusahaan investasi privat DFO Management.
Perusahaan tersebut memiliki investasi di sektor perhotelan serta kredit korporasi likuid.
Pada 2025, Michael Dell dan istrinya berkomitmen menyediakan US$6,25 miliar atau sekitar Rp112,5 triliun untuk mengisi rekening investasi bagi 25 juta anak di Amerika Serikat.
Masing-masing anak ditargetkan memperoleh investasi sebesar US$250 atau sekitar Rp4,5 juta.
6. Mark Zuckerberg – US$196,6 Miliar
Pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, berada di posisi keenam dengan kekayaan US$196,6 miliar atau sekitar Rp3.538,8 triliun.
Zuckerberg memulai Facebook pada 2004 ketika berusia 19 tahun. Platform tersebut pada awalnya dibuat untuk mahasiswa agar dapat mencocokkan nama dengan foto teman sekelas.
Facebook kemudian berkembang pesat dan melantai di bursa pada 2012. Zuckerberg kini memiliki sekitar 13 persen saham perusahaan.
Pada 2021, Facebook mengubah nama perusahaan menjadi Meta. Perubahan tersebut dilakukan seiring pergeseran fokus perusahaan menuju pengembangan metaverse.
Zuckerberg juga aktif dalam bidang filantropi. Bersama istrinya, Priscilla Chan, ia pada 2015 berkomitmen memberikan 99 persen kepemilikan saham Meta mereka sepanjang hidup.
7. Larry Ellison – US$192,5 Miliar
Larry Ellison berada di posisi ketujuh dengan kekayaan US$192,5 miliar atau sekitar Rp3.465 triliun.
Ellison merupakan salah satu pendiri Oracle dan kini menjabat sebagai chairman serta chief technology officer perusahaan tersebut.
Ia memiliki sekitar 40 persen saham Oracle. Setelah selama 37 tahun memimpin Oracle sebagai CEO, Ellison melepaskan jabatan tersebut pada 2014.
Kekayaannya sempat mengalami lonjakan besar pada September 2025. Saat itu, kekayaan Ellison disebut menembus US$400 miliar atau sekitar Rp7.200 triliun.
Kenaikan tersebut terjadi seiring meningkatnya saham Oracle yang terdorong perkembangan teknologi kecerdasan buatan.
Ellison juga memiliki hampir 50 persen perusahaan media Paramount Skydance.
Perusahaan tersebut terbentuk setelah merger Paramount dan Skydance dengan nilai enterprise value hampir US$28 miliar atau sekitar Rp504 triliun pada Agustus 2025.
Selain itu, Ellison pernah menjadi anggota dewan Tesla pada 2018 hingga 2022.
Ia juga membeli hampir seluruh wilayah Pulau Lanai di Hawaii pada 2012 dengan nilai US$300 juta atau sekitar Rp5,4 triliun.
8. Jensen Huang – US$190,6 Miliar
Jensen Huang, CEO dan presiden NVIDIA, menempati peringkat kedelapan dengan kekayaan US$190,6 miliar atau sekitar Rp3.430,8 triliun.
Huang mendirikan NVIDIA pada 1993 dan sejak saat itu memimpin perusahaan pembuat chip grafis tersebut sebagai CEO sekaligus presiden. Ia memiliki sekitar 3 persen saham NVIDIA.
Perusahaan tersebut melantai di bursa pada 1999 dan pada awalnya dikenal melalui pengembangan GPU yang banyak digunakan dalam industri gim komputer.
Namun, perkembangan kecerdasan buatan kemudian membuat teknologi GPU NVIDIA semakin strategis.
Chip perusahaan tersebut menjadi salah satu komponen penting dalam pengembangan berbagai sistem AI.
Di bawah kepemimpinan Huang, nilai pasar NVIDIA bahkan melampaui US$4 triliun atau sekitar Rp72.000 triliun pada 2025.
Huang juga aktif mendukung dunia pendidikan. Ia memberikan US$30 juta atau sekitar Rp540 miliar kepada Stanford untuk membangun pusat teknik.
Selain itu, Huang memberikan US$50 juta atau sekitar Rp900 miliar kepada Oregon State University pada 2022 untuk mendukung pusat penelitian yang menggunakan namanya.
9. Steve Ballmer – US$155,3 Miliar
Mantan CEO Microsoft Steve Ballmer berada di posisi kesembilan dengan kekayaan US$155,3 miliar atau sekitar Rp2.795,4 triliun.
Ballmer bergabung dengan Microsoft pada 1980 sebagai karyawan ke-30. Ia kemudian menjadi CEO perusahaan tersebut pada 2000 hingga 2014.
Saat masih menjadi mahasiswa, Ballmer bertemu dengan salah satu pendiri Microsoft, Bill Gates, ketika keduanya menempuh pendidikan di Harvard.
Selama menjabat sebagai CEO, Ballmer memimpin Microsoft melewati periode setelah gelembung dot-com serta persaingan ketat dengan Google di bidang mesin pencari dan Apple di industri ponsel.
Setelah pensiun dari Microsoft pada 2014, Ballmer membeli klub NBA Los Angeles Clippers dengan harga US$2 miliar atau sekitar Rp36 triliun.
Forbes kini menilai nilai klub tersebut mencapai sekitar US$7,5 miliar atau Rp135 triliun.
Ballmer juga mengeluarkan US$2 miliar atau sekitar Rp36 triliun untuk membangun stadion.
Ketika pensiun, Ballmer memiliki sekitar 4 persen saham Microsoft dan mempertahankan sebagian besar kepemilikannya. Ia juga menyebut dirinya sebagai pemegang saham individu terbesar Microsoft.
Di bidang filantropi, aktivitas Ballmer meningkat sejak 2014. Hingga kini, keluarga Ballmer disebut telah memberikan lebih dari US$6,5 miliar atau sekitar Rp117 triliun.
10. Amancio Ortega – US$148,2 Miliar
Amancio Ortega menjadi satu-satunya nama dari industri fesyen yang masuk dalam daftar 10 orang terkaya dunia.
Kekayaannya mencapai US$148,2 miliar atau sekitar Rp2.667,6 triliun.
Ortega merupakan salah satu pendiri Inditex, perusahaan yang menaungi jaringan fesyen Zara. Ia mendirikan perusahaan tersebut bersama mantan istrinya, Rosalia Mera, pada 1975.
Sebagai salah satu pelopor fast fashion, Ortega kini memiliki sekitar 60 persen saham Inditex yang tercatat di bursa Madrid.
Inditex menaungi tujuh merek, termasuk Zara, Massimo Dutti, dan Pull & Bear. Perusahaan tersebut memiliki sekitar 5.000 toko di berbagai negara.
Pada 2022, putri Ortega, Marta Ortega Pérez, menjadi chairperson Inditex setelah sebelumnya bekerja selama 15 tahun di perusahaan tersebut.
Selain dari kepemilikan saham, Ortega juga memperoleh dividen lebih dari US$400 juta atau sekitar Rp7,2 triliun setiap tahun.
Dana tersebut terutama diinvestasikan kembali ke sektor properti di Eropa dan Amerika Utara.
Baca Juga: Tarif Listrik PLN September 2026 Berapa? Simak Update Harga Resminya
Daftar Orang Terkaya Indonesia
Selain daftar miliarder dunia, sejumlah pengusaha asal Indonesia juga masuk dalam jajaran orang terkaya versi Forbes.
Berdasarkan data real-time Forbes, Low Tuck Kwong menjadi pengusaha Indonesia dengan peringkat tertinggi dalam daftar miliarder dunia. Berikut daftar 10 orang terkaya Indonesia:
1. Low Tuck Kwong — Rp347,4 Triliun
- Peringkat dunia: 142
- Kekayaan: US$19,3 miliar
- Setara: Rp347,4 triliun
2. Prajogo Pangestu — Rp302,4 Triliun
- Peringkat dunia: 175
- Kekayaan: US$16,8 miliar
- Setara: Rp302,4 triliun
3. R. Budi Hartono — Rp295,2 Triliun
- Peringkat dunia: 180
- Kekayaan: US$16,4 miliar
- Setara: Rp295,2 triliun
4. Anthoni Salim — Rp199,8 Triliun
- Peringkat dunia: 316
- Kekayaan: US$11,1 miliar
- Setara: Rp199,8 triliun
5. Tahir & Family — Rp174,6 Triliun
- Peringkat dunia: 368
- Kekayaan: US$9,7 miliar
- Setara: Rp174,6 triliun
6. Sri Prakash Lohia — Rp154,8 Triliun
- Peringkat dunia: 446
- Kekayaan: US$8,6 miliar
- Setara: Rp154,8 triliun
7. Otto Toto Sugiri — Rp149,4 Triliun
- Peringkat dunia: 462
- Kekayaan: US$8,3 miliar
- Setara: Rp149,4 triliun
8. Marina Budiman — Rp106,2 Triliun
- Peringkat dunia: 705
- Kekayaan: US$5,9 miliar
- Setara: Rp106,2 triliun
9. Lim Hariyanto Wijaya Sarwono — Rp90 Triliun
- Peringkat dunia: 845
- Kekayaan: US$5 miliar
- Setara: Rp90 triliun
10. Theodore Rachmat — Rp86,4 Triliun
- Peringkat dunia: 900
- Kekayaan: US$4,8 miliar
- Setara: Rp86,4 triliun
DISCLAIMER: Konversi di atas menggunakan asumsi kurs US$1 = Rp18.000, sehingga nilai dalam rupiah merupakan pembulatan dan dapat berbeda jika menggunakan kurs aktual pada tanggal pengambilan data.
