JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Harga mayoritas komoditas pangan di pasar tradisional melonjak pada awal September 2026. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia per 1 September 2026, kenaikan signifikan terjadi pada cabai, beras, bawang, hingga daging.
Tekanan kenaikan dari distributor dan agen memaksa pedagang menaikkan harga jual di tingkat eceran, yang dampaknya mulai dikeluhkan oleh pedagang pasar hingga ibu rumah tangga.
Harga Komoditas Pangan per 1 September 2026
Berikut daftar rincian harga komoditas berdasarkan data PIHPS Bank Indonesia, di antaranya:
- Cabai dan Bawang
- Cabai rawit merah: Naik 12,87% menjadi Rp81.550/kg
- Cabai rawit hijau: Naik 9,93% menjadi Rp62.000/kg
- Cabai merah keriting: Naik 7,41% menjadi Rp55.800/kg
- Cabai merah besar: Naik 1,99% menjadi Rp51.250/kg
- Bawang putih ukuran sedang: Naik 1,4% menjadi Rp39.750/kg
- Bawang merah ukuran sedang: Naik 1,59% menjadi Rp38.450/kg
- Beras
- Beras medium II: Melonjak 56,13% menjadi Rp25.450/kg
- Beras super I: Naik 0,28% menjadi Rp17.800/kg
- Beras super II: Naik 0,58% menjadi Rp17.300/kg
- Beras medium I: Naik 0,61% menjadi Rp16.500/kg
- Beras kualitas bawah I: Rp14.850/kg
- Beras kualitas bawah II: Naik 0,69% menjadi Rp14.650/kg
- Produk Hewani
- Daging sapi kualitas I: Naik 0,63% menjadi Rp152.000/kg
- Daging sapi kualitas II: Naik 0,14% menjadi Rp142.700/kg
- Daging ayam ras segar: Naik 1,07% menjadi Rp42.650/kg
- Telur ayam ras segar: Naik 2,78% menjadi Rp29.600/kg
- Minyak dan Gula
- Minyak goreng kemasan bermerek I: Rp24.300/kg
- Minyak goreng kemasan bermerek II: Turun 0,85% menjadi Rp23.450/kg
- Minyak goreng curah: Naik 0,99% menjadi Rp20.500/kg
- Gula pasir premium: Turun 0,25% menjadi Rp20.300/kg
- Gula pasir lokal: Naik 0,53% menjadi Rp19.100/kg
Pedagang dan Konsumen Tertekan Kenaikan Harga
Di pasar tradisional, kenaikan harga ini memicu keluhan dari para pedagang. Rokhman, 56 tahun, pedagang beras di Pasar Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menyebut harga beras medium yang dijual terpaksa naik dari Rp13.000 menjadi Rp15.000 per kg mengikuti harga distributor.
"Awalnya saya jual beras medium Rp13 ribu per kg, sekarang sudah Rp15 ribu. Katanya dari distributor memang naik, jadi mau tidak mau harga jual ikut naik," kata Rokhman kepada Poskota, Selasa, 1 September 2026.
Pria yang sudah puluhan tahun berjualan beras itu berharap kenaikan tidak berlanjut dan harga beras dapat kembali stabil. Ia menilai pembeli di pasar tradisional banyak berasal dari kalangan menengah ke bawah dan umumnya membeli beras secara eceran menggunakan literan sehingga kenaikan harga akan lebih terasa.
Sementara itu, Halimah, 45 tahun, pedagang ayam potong, menyampaikan, harga daging ayam utuh berukuran kecil yang sebelumnya dijual Rp35.000 per ekor kini merangkak naik hingga Rp50.000 per ekor. Para pedagang berharap pemerintah segera melakukan intervensi pasar agar harga kembali stabil.
"Kalau dari agen sudah naik, kami juga tidak mungkin bertahan dengan harga yang lama. Dulu ayam kecil kurang dari satu kilo Rp35 ribu, sekarang sudah sekitar Rp50 ribu," ujarnya.
Kendati demikian, para pedagang tersebut tidak ingin berspekulasi mengenai kemungkinan keterkaitan kenaikan harga ayam dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, mereka berharap pemerintah dapat melakukan intervensi agar harga ayam kembali terjangkau karena komoditas tersebut menjadi salah satu kebutuhan pangan masyarakat.
Kenaikan harga ini berdampak langsung pada daya beli masyarakat, khususnya pembeli eceran dan ibu rumah tangga. Suherlina, 26 tahun, seorang ibu rumah tangga, mengaku harus memangkas porsi belanja harian dan menyesuaikan menu makanan keluarga agar anggaran dapurnya tetap mencukupi.
"Belanja sekarang terasa lebih mahal. Dulu gocap masih bisa dapat beras, ayam, cabai ama sayur sekarang . Jadi terpaksa mengurangi belanja atau memilih yang paling penting dulu," ucapnya.
