Menteri PKP Tinjau Penerima Program Bedah Rumah di Cilincing, Alokasi DKI Melonjak 10 Ribu Unit

Jumat 28 Agu 2026, 09:31 WIB
Menteri PKP Maruarar Sirait sidak ke lokasi penerima bantuan Program Bedah Rumah di Kelurahan Sukapura, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Kamis, 27 Agustus 2026. (Sumber: Dok. Kementerian PKP)
Menteri PKP Maruarar Sirait sidak ke lokasi penerima bantuan Program Bedah Rumah di Kelurahan Sukapura, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Kamis, 27 Agustus 2026. (Sumber: Dok. Kementerian PKP)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi penerima bantuan Program Bedah Rumah di Kelurahan Sukapura, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Kamis, 27 Agustus 2026.

Kunjungan lapangan tersebut bertujuan untuk memvalidasi data agar bantuan perbaikan hunian benar-benar tepat sasaran. Maruarar mendatangi sejumlah rumah warga berpenghasilan rendah yang kondisinya tergolong Tidak Layak Huni (RTLH), di antaranya rumah Udin Marudin, 55 tahun, seorang penjual burung dara, serta Maryam, seorang asisten rumah tangga.

"Yang kita cek adalah data yang diberikan, benar atau tidak, tepat sasaran atau tidak. Kita mau kerja cepat, tata kelolanya benar, dan tepat sasaran," kata Maruarar di lokasi.

Rumah para penerima manfaat di Cilincing umumnya mengalami kerusakan berat pada struktur utama, dinding kayu yang lapuk, atap asbes bocor, hingga tak memiliki sistem penyangga bangunan yang aman. Perbaikan rumah-rumah tersebut dijadwalkan mulai dikerjakan pada 8 September 2026 dan ditargetkan selesai pada 8 November 2026 lewat dukungan pemerintah serta swadaya warga.

Baca Juga: Hadiri Seminar Nasional UPH, Maruarar Sirait Dorong Pendidikan dan Keluarga Fondasi Indonesia Kuat

Berdasarkan data Pemkot Jakarta Utara, terdapat sekitar 174 ribu unit rumah tidak layak huni yang tersebar di wilayah tersebut. Kecamatan Cilincing dan Penjaringan menjadi prioritas utama penanganan.

Kementerian PKP mendongkrak alokasi Program Bedah Rumah untuk wilayah Jakarta secara signifikan pada 2026 sebanyak 10.300 unit (bertambah signifikan daripada tahun sebelumnya yang kurang dari 200 unit). Dari jumlah tersebut, 2.000 unit rumah dialokasikan untuk Jakarta Utara.

Selain memastikan validitas data penerima, Maruarar menginstruksikan pelaksanaan fisik proyek Bedah Rumah turut memberdayakan potensi ekonomi lingkungan sekitar.

"Usahakan pekerjanya dari warga sekitar, toko materialnya juga yang sekitar. Supaya program ini juga bisa menggerakkan perekonomian di daerah ini," ujarnya.

Baca Juga: Pekan Depan, Maruarar Sirait Tegaskan Pengurusan IMB Akan Selesai 4 Jam Saja!

Melalui pertamahan kuota dan pengawasan ketat ini, Kementerian PKP berkomitmen mempercepat penanganan kawasan permukiman kumuh di perkotaan secara transparan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah.


Berita Terkait


News Update