4 Penyebab Kenapa Hujan Bisa Tetap Turun saat Musim Kemarau

Jumat 28 Agu 2026, 09:23 WIB
Ilustrasi - Hujan masih bisa turun di suatu wilayah meski musim kemarau sedang berlangsung. (Sumber: freepik)
Ilustrasi - Hujan masih bisa turun di suatu wilayah meski musim kemarau sedang berlangsung. (Sumber: freepik)

POSKOTA.CO.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan bulan Agustus-September sebagai puncak musim kemarau 2026 di Indonesia. Namun, mengapa di sejumlah daerah masih tetap turun hujan?

Berdasarkan prediksi BMKG, musim kemarau di sejumlah wilayah di Indonesia pada tahun ini masuk lebih awal, yaitu mulai periode April, Mei, dan Juni. Sementara itu, puncaknya berlangsung pada Agustus dan September 2026.

Selain datang lebih awal, musim kemarau 2026 di Indonesia juga diperkirakan akan berlangsung lebih kering dengan durasi yang juga lebih lama dari sebelumnya.

Baca Juga: Musim Kemarau Bikin Bibir Pecah-pecah? Simak Penyebab dan Cara Mengatasinya ala Adzillanie Izzati

Adapun, BMKG memperkirakan bahwa musim hujan akan mulai masuk ke Indonesia secara bertahap pada pertengahan Oktober 2026.

Akan tetapi, walaupun saat ini puncak musim kemarau masih berlangsung di sejumlah daerah di Indonesia, namun hujan terpantau masih tetap turun di beberapa wilayah.

Lantas, apa sebenarnya yang membuat turun hujan saat musim kemarau? Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Apakah Musim Kemarau Masih Bisa Hujan?

Sebagian besar orang pasti mengira bahwa saat memasuki musim kemarau, kondisi cuaca akan panas dan terik serta hujan tidak akan turun selama berbulan-bulan jika periode musim kemarau belum berakhir.

Ternyata, faktanya tidak seperti itu. Meskipun saat ini musim kemarau, namun potensi hujan turun di suatu daerah masih tetap ada.

Baca Juga: Kemarau 2026 Makin Kering, Ini Risiko Kekeringan dan Persiapan yang Perlu Dilakukan Sejak Dini

Dihimpun dari laman resmi BMKG, walau musim kemarau sedang berlangsung, namun bukan berarti hujan tidak dapat turun sama sekali. Hujan masih tetap bisa turun saat musim kemarau karena disebabkan oleh dinamika atmosfer lokal.


Berita Terkait


News Update