JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Kericuhan antara kelompok massa yang didominasi anak usia pelajar pecah di kawasan Jalan KS Tubun, Jakarta Barat, Kamis, 27 Agustus 2026 sekitar pukul 22.30 WIB. Bentrokan tersebut terjadi tepat di depan Rumah Sakit Bhakti Mulia.
Situasi semakin mencekam setelah aparat kepolisian menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa. Asap gas air mata tersebut terbawa hingga masuk ke area rumah sakit dan membuat sejumlah pengunjung serta warga sekitar panik.
Salah seorang warga, Otan Towi mengaku saat kejadian sedang menunggu anaknya yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhakti Mulia. Menurutnya, penggunaan gas air mata seharusnya tidak sampai berdampak ke lingkungan rumah sakit, karena selain pasien juga banyak keluarga yang sedang menunggu anggotanya.
"Menurut saya seharusnya penembakan gas air mata itu enggak harus sampai ke rumah sakit. Karena kan di rumah sakit tuh banyak, selain pasien, banyak keluarga yang sedang nunggu di area rumah sakit," kata Otan, Kamis, 27 Agustus 2026.
Baca Juga: Aksi Berujung Kerusuhan, Polisi Ingatkan Orang Tua Jauhkan Anak dari Lokasi Demonstrasi
Otan menilai masuknya asap gas air mata ke area rumah sakit mengganggu masyarakat yang tidak terlibat dalam aksi dan mengaku kurang setuju dengan kondisi tersebut. Dia juga berharap tindakan aparat tidak menimbulkan dampak bagi pasien maupun keluarga pasien di rumah sakit.
"Untuk saat ini masih terasa. Ke hidung juga panas, terus perih di mata juga," ujarnya.
