Seseorang mungkin awalnya hanya berniat melihat media sosial selama beberapa menit, tetapi akhirnya terus menggunakan perangkat hingga larut malam.
Paparan layar dan aktivitas yang membuat otak tetap aktif dapat membuat proses untuk beralih menuju kondisi rileks menjadi lebih sulit.
Karena itu, berikan jeda antara aktivitas menggunakan ponsel dengan waktu tidur.
Sebisa mungkin, jauhkan komputer, tablet, dan ponsel ketika memasuki waktu istirahat.
Sebagai gantinya, lakukan kegiatan yang lebih menenangkan seperti membaca buku, mendengarkan musik dengan volume rendah, atau melakukan aktivitas ringan yang tidak membuat pikiran semakin aktif.
Baca Juga: BMKG Prediksi Cuaca Panas Berlangsung hingga November
4. Jangan Memaksakan Diri untuk Tidur
Ketika cuaca panas, seseorang bisa saja sudah berada di tempat tidur tetapi belum juga mengantuk.
Kondisi tersebut terkadang membuat seseorang semakin frustrasi karena terus memikirkan keinginan untuk segera tidur.
Jika sudah mencoba tidur selama sekitar 25 menit tetapi masih terjaga, bangun sejenak dari tempat tidur dan lakukan aktivitas yang tenang.
Tujuannya bukan untuk membuat tubuh semakin aktif, melainkan memberikan kesempatan bagi rasa kantuk untuk kembali muncul. Setelah mulai merasa mengantuk, kembali ke tempat tidur.
Kebiasaan tersebut juga dapat membantu otak mempertahankan asosiasi bahwa tempat tidur merupakan tempat untuk tidur, bukan tempat untuk berlama-lama dalam kondisi terjaga.
5. Perhatikan Konsumsi Kafein
Kebiasaan mengonsumsi kopi atau minuman berkafein pada waktu yang terlalu dekat dengan jam tidur juga dapat membuat seseorang lebih sulit terlelap.
