Singapura Siapkan Dukungan Hampir Rp1 Miliar untuk Setiap Anak hingga Usia 17 Tahun

Selasa 25 Agu 2026, 20:49 WIB
Ilustrasi Bayi (Sumber: Wikimedia Commons)
Ilustrasi Bayi (Sumber: Wikimedia Commons)

POSKOTA.CO.ID - Pemerintah Singapura menyiapkan paket dukungan keluarga baru yang nilainya bisa mencapai hampir S$70.000 atau sekitar Rp974,6 juta untuk setiap anak sejak lahir hingga berusia 17 tahun.

Kebijakan ini diumumkan Perdana Menteri Lawrence Wong dalam pidato Rapat Umum Hari Nasional pada 23 Agustus 2026.

Yang menarik, bantuan tersebut tidak lagi terlalu bergantung pada urutan kelahiran anak. Pemerintah ingin sistem dukungan keluarga dibuat lebih merata sehingga orang tua memiliki kepastian bantuan yang lebih panjang selama anak tumbuh.

Baca Juga: 46 Desa di Lebak Krisis Air Bersih Imbas Kemarau, 13.500 KK Terdampak

Paket Dukungan Anak Singapura Mencakup Bantuan Tunai hingga Tabungan Pendidikan

Secara khusus, paket baru tersebut memiliki nilai sekitar S$62.000 atau Rp863 jutaan. Dana ini terdiri dari beberapa komponen yang diberikan pada tahapan berbeda dalam kehidupan anak.

Berikut rincian utamanya:

  • Hadiah bayi: S$10.000 atau sekitar Rp139 juta dalam bentuk tunai.
  • Kredit anak: S$32.000 atau sekitar Rp445,6 juta.
  • Hibah awal Child Development Account (CDA): S$5.000 atau sekitar Rp62,6 juta.
  • Dana pendamping CDA: hingga S$5.000 atau sekitar Rp62 juta.
  • Tambahan untuk pendidikan pascasekolah menengah: S$10.000 atau sekitar Rp139 juta.

Selain paket tersebut, pemerintah juga mempertahankan sejumlah manfaat yang sudah berjalan. Salah satunya MediSave Grant for Newborns sebesar S$5.000 untuk bayi yang baru lahir serta kontribusi tahunan Edusave bagi anak yang menempuh pendidikan dasar dan menengah.

Jika seluruh manfaat itu dihitung, total dukungan finansial langsung yang dapat diterima seorang anak sejak lahir sampai usia 17 tahun diperkirakan mencapai sekitar S$70.000 atau hampir Rp1 miliar.

Lawrence Wong Ingin Ubah Cara Singapura Mendukung Keluarga

Langkah tersebut bukan sekadar menambah nominal bantuan. Pemerintah Singapura juga ingin mengubah pola dukungan keluarga agar lebih konsisten dan tidak hanya diberikan pada tahap tertentu.

Lawrence Wong mengatakan pemerintah ingin melakukan perubahan yang lebih mendasar dalam kebijakan keluarga.


Berita Terkait


News Update