Tubuh mungkin tetap berkeringat dan terasa tidak nyaman meskipun sudah berbaring cukup lama.
Jika menggunakan AC, atur suhu pada tingkat yang nyaman dan tidak terlalu ekstrem.
Sementara bagi yang menggunakan kipas angin, pastikan sirkulasi udara di dalam kamar berjalan dengan baik.
Pada siang hari, tirai atau gorden dapat ditutup untuk mengurangi panas matahari yang masuk ke dalam kamar.
Ketika udara luar lebih sejuk, jendela dapat dibuka untuk membantu pertukaran udara, selama kondisi lingkungan memungkinkan.
2. Redupkan Lampu Menjelang Tidur
Tidak hanya suhu, pencahayaan kamar juga dapat memengaruhi kesiapan tubuh untuk tidur.
Menjelang malam, tubuh secara alami mulai mempersiapkan diri untuk beristirahat.
Kondisi ruangan yang lebih gelap dapat membantu memberikan sinyal bahwa aktivitas hari tersebut telah berakhir.
Karena itu, cobalah meredupkan lampu sekitar satu jam sebelum tidur. Hindari membiarkan kamar dalam kondisi sangat terang ketika sudah berada di tempat tidur.
Jika cahaya dari luar masuk melalui jendela, gunakan tirai yang dapat menghalangi cahaya.
Penggunaan masker mata juga dapat menjadi pilihan bagi orang yang merasa terganggu oleh cahaya ketika tidur.
3. Kurangi Penggunaan Ponsel Sebelum Tidur
Kebiasaan memainkan ponsel di tempat tidur sering kali membuat waktu tidur semakin mundur.
