PANDEGLANG, POSKOTA.CO.ID - Akses mobilitas ratusan warga di Kampung Citoke, Desa Mekarsari, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten, lumpuh total. Jembatan beton sepanjang 25 meter yang menjadi akses tunggal warga ambruk usai tak kuat menahan beban truk pengangkut pasir yang melintas.
Insiden tersebut menyebabkan truk terperosok dan jatuh ke dasar sungai. Meski tidak ada korban jiwa maupun luka-luka, ambruknya infrastruktur ini memutus jalur utama aktivitas harian masyarakat setempat, mulai dari anak sekolah hingga para petani.
Ketua RT 03 RW 08 Kampung Citoke, Ade Sarmani, mengonfirmasi bahwa truk bermuatan material pasir tersebut sebenarnya tengah mendistribusikan bahan bangunan untuk pembangunan fasilitas keagamaan lokal.
"Truk mengangkut pasir untuk kebutuhan pembangunan majelis taklim di Kampung Citoke," ujar Ade saat dikonfirmasi Pos Kota, Senin, 24 Agustus 2026.
Baca Juga: Kejari Pandeglang Musnahkan Ribuan Rokok Ilegal hingga Narkotika
Ade menjelaskan, jembatan beton dengan lebar 2,5 meter tersebut dibangun sejak 2017. Sebelum ambruk total, kondisi struktur fisik jembatan memang sudah menunjukkan penurunan fungsi.
Warga setempat bahkan sempat memasang tiang penyangga darurat dari batang pohon kelapa di sisi jembatan untuk menopang beban kendaraan yang melintas.
"Sebelumnya masih bisa dilalui normal, cuma di bagian pinggir memang disulam (ditopang) pakai batang pohon kelapa sebagai penyangga tambahan," jelasnya.
Proses evakuasi armada truk yang jatuh ke sungai telah selesai dilakukan oleh warga dan petugas pada Minggu, 23 Agustus 2026 malam hari.
Baca Juga: Ribuan Warga Pandeglang jadi Pencari Kerja, Serapan Baru 236 Orang
Dampak Akses dan Kelumpuhan Ekonomi Warga
Ambruknya fasilitas penyeberangan ini berdampak langsung pada kelangsungan hidup warga di dua wilayah penghubung, yakni Kampung Citoke dan Gendir.
